Kamis, 24 Aug 2017
JPG Today

Marta Histeris, Suami Pilih Akhiri Hidup dengan Cara Ini

| editor : 

ilustrasi gantung diri.

ilustrasi gantung diri.

JawaPos.com - Tak kunjung sembuh dari sakit yang dideranya, ditambah persoalan cekcok dengan istri diduga menjadi alasan Buyadi mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. 

Pria berumur 62 tahun ini nekat gantung diri di belakang rumahnya di Jalan Temanggung Panji, Kelurahan Kuala Kurun, Gunung Mas, Kamis (8/6).

Dia diduga sudah tidak kuat melawan sakit yang terus menderanya. Selain itu, Buyadi juga memiliki masalah dengan keluarganya.

”Memang di keluarga korban ada masalah antara dia dengan istrinya, Marta (46). Ini diperparah dengan kondisi korban yang sudah sakit-sakitan dan menderita stroke,” ucap Antau (57), salah satu tetangga korban, Kamis (8/6).

Dia menambahkan, Marta sempat melihat Buyadi menuju bagian belakang rumah untuk buang air, Kamis (8/6) dini hari.

Sekitar pukul 05:00 WIB, Marta bangun dan akan memasak air di dapur. Saat itu, sambung Antau, Marta tidak melihat keberadaan korban.

Merasa curiga, dia pun berusaha mencari suaminya tersebut. Ketika menuju belakang rumah, dia terkejut melihat suaminya sudah dalam posisi tergantung di pohon di belakang rumah.

Marta histeris dan langsung memanggil anaknya, Adi Pranoto (23) yang saat itu masih tertidur. 

Adi pun langsung naik ke atas pohon dan melepas tali yang masih terjerat di leher ayahnya.

”Sempat terdengar suara teriakan dari rumah korban, dan saat itu juga anaknya langsung mengangkat tubuh korban masuk ke dalam rumah. Ketika dicek, kondisi ayah tiga anak ini sudah meninggal,” tuturnya.

Seperti dilansir dari Radar Sampit, Kapolsek Kurun Iptu I Made Sutha mengatakan, timnya langsung terjun ke lokasi kejadian.

”Kami sudah melakukan olah TKP dan korban pun sudah dibawa ke BLUD RSUD Kuala Kurun untuk divisum,” kata Made. (dms/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia