Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Juni 2017 | 09.05 WIB

Bubur Bepair untuk Diabetesi

RENDAH GULA: Dari kiri, Erwin Chandra, Evita Zuhrufi, dan Nana Rizki menunjukkan Bepair di perpustakaan Fakultas Farmasi Unair. - Image

RENDAH GULA: Dari kiri, Erwin Chandra, Evita Zuhrufi, dan Nana Rizki menunjukkan Bepair di perpustakaan Fakultas Farmasi Unair.


JawaPos.comInovasi di bidang olahan pangan sehat berhasil diciptakan lima mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair). Penganan berbahan dasar kacang komak tersebut ampuh untuk menekan kadar gula darah bagi penderita diabetes melitus (DM).



Camilan bernama beta pankreas repair (bepair) tersebut merupakan ciptaan Erwin Chandra Christiawan, Ayub Ashari, Evita Zuhrufi, Nana Rizki Widyasari, dan Andiena Elsafira. Bepair merupakan hasil produk dari program kreativitas mahasiswa (PKM) kewirausahaan yang diselenggarakan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).



Pembuatan bubur bepair tersebut bermula dari keresahan mereka melihat banyaknya jumlah penderita DM (diabetesi) di Indonesia. Berdasar data International Diabetes Federation (IDF), jumlah pengidap DM di Indonesia pada 2013 mencapai 8,5 juta orang. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia di urutan ke-9 dunia. ”Angka tersebut tentu sangat fantastis,” kata Ketua PKM Kewirausahaan Erwin Chandra Christiawan.



Pemilihan kacang komak tak sembarangan. Kacang itu kaya protein. Sekitar 28 gram/100 gram bahan. Protein yang dikandung kacang komak juga khas. Yakni, asam amino esensial. Jenis protein tersebut bisa memperbaiki sel beta pankreas. Jika hal itu terjadi, produksi insulin ikut terdongkrak.



Manfaat bepair tersebut mulai dirasakan diabetesi jika telah mengonsumsinya selama dua minggu. Kadar glukosa dalam darah akan turun bertahap. ”Ini sudah kami uji melalui mencit dan menunjukkan penurunan glukosa,” tuturnya.



Pemilihan kacang komak sebagai inovasi penganan sehat bertujuan mengangkat bahan pangan lokal. Selama ini kacang komak hanya digunakan sebagai bahan campuran sayur asam dan lodeh.



Konsumsi jenis kacang yang tumbuh di kawasan tapal kuda (Probolinggo, Banyuwangi, dan Bondowoso) itu kalah dengan konsumsi kacang hijau, kacang tanah, dan kedelai. (elo/c7/nda)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore