
Ilustrasi
JawaPos.com - Sebanyak 4 siswa MTS di Kabupaten Pekalongan tidak lulus ujian nasional (UN) tahun ini. Meski demikian, terdapat 72 anak yang berhasil meraih nilai sempurna atau 100 pada UN kali ini.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud), Ali Reza menjelaskan, dari 72 siswa yang meraih nilai sempurna itu, 65 anak berhasil memperolehnya pada mata pelajaran (mapel) matematika dan tujuh siswa lainnya mendapat nilai 100 pada mapel IPA.
"Raihan ini lebih baik dibanding tahun kemarin dengan jumlah hanya 17 anak yang dapat nilai sempurna," ungkap Ali Reza kepada Radar Pekalongan (Jawa Pos Group).
Menurutnya, pada pengumuman hasil ujian nasional tingkat SMP pada 2 Juni 2017 lalu, tidak lagi dikeluarkan peringkat pendidikan se-Jawa Tengah. Sehingga, sulit untuk bisa membandingkan peringkat dengan kabupaten lain. Tapi, sambung dia, ada satu indikator yang bisa digunakan untuk melihat peningkatan kualitas. Yakni, hasil perolehan nilai sempurna (100).
Dia memaparkan, peserta didik yang memperoleh nilai sempurna sebanyak 72 anak, meliputi 65 siswa mendapat nilai 100 untuk mata pelajaran matematika dan 7 anak mendapat nilai sempurna untuk mata pelajaran IPA.
Sebanyak 72 anak itu tersebar di 18 sekolahan. Di antaranya, SMPN 1 Wiradesa, SMPN 2 Wiradesa, SMPN 4 Sragi, SMPN 2 Kedungwuni, SMPN 1 Kajen, SMPN 1 Sragi, SMPN 1 Kedungwuni, SMPN 1 Wonopringgo, SMPN 1 Karanganyar, SMPN 1 Tirto, SMPN 2 Paninggaran, SMPN 1 Siwalan, SMPN 3 Bojong, SMPN 2 Kesesi, MTsS Simbangkulon II, MTsS Wonoyoso, MTs Salafiyah NU Karanganyar dan MTs Syahid Doro.
"Di SMPN 1 Wiradesa, ada 23 anak yang mendapatkan nilai 100 untuk mapel matematika, dan empat anak dapat nilai 100 untuk mapel IPA. Sedangkan SMPN 1 Kajen ada 16 anak mendapat nilai 100 untuk matematika, dan 1 anak untuk IPA," terang dia.
Peringkat tiga besar peserta didik berdasarkan jumlah nilai perolehan UN di Kabupaten Pekalongan, yakni peringkat pertama, Tristan Hans Pratama (SMPN1 Wiradesa) dengan jumlah nilai 380,5, peringkat kedua, Muhammad Fikri Syaikal (SMPN 1 Wiradesa/376,0), dan peringkat ketiga dipegang oleh Adinda Ayu Pramesthi (SMPN 1 Kajen/375,0) dan Muhammad Fakhrul Amin (SMPN 1 Kedungwuni/375,0).
Diterangkan, untuk tingkat kelulusan sendiri, dari jumlah peserta UN tingkat SMP (90 SMP) sebanyak 9.813 anak, yang mengikuti ujian sebanyak 9.762 anak. Sebanyak 9.762 peserta ini seluruhnya dinyatakan lulus (100 persen). Untuk tingkat MTs (33 MTs), jumlah peserta ujian 3.455 anak, yang mengikuti ujian 3.443 anak.
Jumlah peserta lulus 3.439 (99,88 persen), atau tidak lulus 4 (0,12 persen). Sedangkan untuk Paket B/Wustha (23 PKBM/Pokjar), jumlah peserta 404, yang ikut ujian 348 orang. Jumlah peserta lulus 348 orang (100 persen). (yan/yuz/JPG)

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
