Sabtu, 24 Jun 2017
Music & Movie

Misi Tim KIII JKT48 Cari 1.000 Penonton Konser dalam 48 Hari

Selasa, 06 Jun 2017 17:30 | editor : Dhimas Ginanjar

JANGAN KASIH K3NDOR: Okta, Acha, Rachel, dan Desy di kantor Jawa Pos Jakarta.

JANGAN KASIH K3NDOR: Okta, Acha, Rachel, dan Desy di kantor Jawa Pos Jakarta. (DHIMAS GINANJAR/JAWA POS)

JawaPos.com - Sejak muncul pada akhir 2011, sudah tidak terhitung berapa kali JKT48 menggelar konser. Semuanya punya ciri khas yang membuat penampilan gadis-gadis remaja itu memorable. Pada tahun ini, yang berkesempatan untuk menjadikan milestone dalam perjalanan karir JKT48 adalah, Tim KIII.

Pada 29 Juli, tim yang dikomandoi oleh Ratu Vienny Fitrilya itu akan menggelar konser tunggal. Sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh dua tim di JKT48 lainnya. Yakni, Tim J dan Tim T. ’’Kami mendapat tantangan lagi untuk menggelar konser tunggal,’’ ujar anggota Tim KIII Alicia Chanzia saat ke kantor Jawa Pos.

Sebelumnya, pada 25 Juni 2014 Tim KIII pernah menggelar konser sendiri. Saat itu, bertepatan dengan perayaan ulang tahun pertama tim yang identik dengan warna kuning itu. Tapi, konser kali ini benar-benar berbeda. Sebab, tantangan yang diberikan jauh lebih berat. Seluruh anggota tim harus menyiapkan konser itu sendiri.

SEMANGAT: Acha, Okta, dan Desy bersama koran Jawa Pos

SEMANGAT: Acha, Okta, dan Desy bersama koran Jawa Pos (DHIMAS GINANJAR/JAWA POS)

Itulah kenapa member lain yang ikut ke redaksi Jawa Pos yakni Maria Genoveva Desy (Desy), Ayu Safira Oktaviani (Okta), dan Jennifer Rachel (Rachel) punya peran masing-masing. Okta dan Desy misalnya, tergabung sebagai tim media. Lantas Acha sebagai tim luar teater, dan Rachel di bagian kreatif.

Sebanyak 24 gadis yang ada Tim KIII juga berperan sebagai event organizer. Mulai dari konsep panggung, harga tiket, sampai bentuk sosialisasi mereka pikirkan sendiri. Tentu saja, untuk menjaga agar mereka tidak keluar rambu-rambu yang berlaku di JKT48, manajemen tetap memantau.

’’Semuanya benar-benar dari kita, mulai dari konsep sampai judul. Seperti lepas dari manajemen JKT48,’’ imbuhnya. Tantangan berat lainnya adalah, mereka diberi waktu selama 48 hari untuk mengumpulkan sedikitnya seribu penggemar. Jika tidak mencapai angka itu, konser dibatalkan.

Sebaliknya, kalau penggemar yang mau menonton konser itu mencapai lebih dari seribu, benefit yang diberikan kepada fans lebih besar. Seperti venue konser yang lebih besar, sampai gimmick dalam pertunjukan. Selain itu, Acha menggoda dengan Rp 120 ribu penonton bisa mendapatkan pertunjukan yang memuaskan.

’’Seharga tiket teater (teater JKT48 di fX Mall, Red) sudah bisa merasakan atmosfir nonton konser. Ibaratnya, nggak sia-sia bayar Rp 120 ribu untuk berlian. Kami tampilkan sesuatu yang belum pernah ditunjukkan di konser manapun,’’ tuturnya.

Desy menambahkan, mencapai seribu penonton sebenarnya susah-susah gampang bagi Tim KIII. Modal bahwa solidnya penggemar atau keluarga KIII sebenarnya bisa menjadi jaminan. Apalagi, dalam konser tunggal tiga tahun lalu mereka berhasil mengumpulkan hampir 2 ribu penonton. Optimisme makin bertambah, karena sekarang era baru.

Di Tim KIII ada member yang dulunya berasal dari Tim J dan Tim T. Tambahan fans itu akan menjadi bahan bakar semangat bagi mereka untuk bisa merekrut banyak penonton. ’’Kami ingin bukan di angka minimal, yaitu seribu penonton. Tetapi, jauh di atasnya,’’ terang gadis yang berulang tahun tiap 25 Desember itu.

Keuntungan lainnya adalah, Tim KIII dikenal sebagai tempatnya performer terbaik di JKT48. Para penari terbaik ada di sana sehingga ada jaminan penontont bisa melihat kekuatan pada tiap dance. ’’Itu salah satu faktor. Di tim KIII baru, berisi gadis-gadis remaja yang image-nya beraneka ragam bakat,’’ jelasnya.

Meski penuh semangat, fakta mereka masih minim pengalaman di urusan event organizer tidak bisa disembunyikan. Desy bilang, sudah enam hari mereka membuka penjualan tiket. Harus ada sesuatu yang dilakukan karena sejak 1 Juni sampai mereka datang ke Jawa Pos pada Senin (6/6) siang, baru 160 tiket yang terjual.

Menurutnya, angka itu bisa digenjot lagi. Itulah kenapa, Desy memastikan Tim KIII tidak mau menyerah. Apalagi, ini konser tunggal yang menjadi pertaruhan nama Tim KIII. ’’Kami ingin mengubah mindset. Mungkin fans berpikir konser ini akan dibantu sponsor jadi ngapain membantu banget. Tapi tidak begitu, kalau kurang dari seribu penonton, akan batal,’’ katanya. (dim/JPK) 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia