
Grafis
JawaPos.com- Kebutuhan dosen bergelar guru besar (profesor) di Indonesia mencapai 22 ribu orang. Tapi, jumlah profesor yang tersedia saat ini baru 5.389. Dengan demikian, Indonesia defisit atau kekurangan 17 ribu profesor.
Dirjen Sumber Daya Iptek-Dikti Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti menjelaskan, beragam cara dilakukan pemerintah untuk mendongkrak jumlah profesor. Di antaranya dengan mengubah total skema dari manual menjadi online. ”Sehingga pengajuan guru besar yang semula dua sampai enam tahun kini tinggal dua bulan,” katanya.
Mantan wakil menteri kesehatan itu menambahkan, pada 2015 jumlah guru besar di Indonesia mencapai 4.600-an orang. Kemudian, setelah dilakukan perubahan birokrasi pengusulan guru besar, dalam dua tahun jumlahnya bertambah menjadi 5.389 orang. Dia berharap ke depan ada percepatan penambahan jumlah profesor.
Ghufron menerangkan, jumlah program studi (prodi) saat ini sekitar 22 ribu. Idealnya, jumlah profesor sebanding dengan jumlah prodi. Menurut dia, menjadi guru besar memang tidak mudah. Meskipun dari aspek birokrasi sudah dimudahkan, jumlah profesor tak lantas bisa bertambah.
Untuk menjadi profesor, dibutuhkan dorongan dari diri sendiri. Antara lain dorongan melakukan penelitian dan publikasi ilmiah internasional. ”Kemenristekdikti sudah mengeluarkan regulasi untuk mendorong para dosen lektor kepala agar meneliti. Supaya bisa menjadi bekal untuk pengusulan jadi guru besar,” ungkapnya.
Wakil Ketua Asosiasi Profesor Indonesia (API) Fasli Djalal menyatakan, secara makro jumlah profesor idealnya 10 persen dari jumlah dosen. Jadi, dengan jumlah dosen 260 ribu orang, guru besar idealnya 26 ribu.
Ada beberapa cara untuk mendongkrak jumlah guru besar di Indonesia.Antara lain mendorong dosen-dosen yang sudah bergelar doktor menjadi guru besar. Jumlah dosen bergelar doktor saat ini sudah mencapai 25 ribu orang. ”Separo saja bisa menjadi guru besar, itu lumayan menambah angka nasional,” tuturnya.
Mendorong dosen bergelar doktor menjadi profesor tidak cukup dilakukan dengan imbauan atau surat perintah. Dibutuhkan juga dukungan anggaran riset dari pemerintah. Sebab, untuk menjadi profesor, dibutuhkan penelitian yang kompetitif. Fasli berharap semakin banyak penelitian di sektor ekonomi sehingga berkontribusi dalam pembangunan Indonesia. (wan/c9/oki)

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
