
Stok bawang putih dari Tiongkok tiba di gudang Perum Bulog Divre Sumsel Babel, Palembang.
JawaPos.com - Kendati pemerintah mengklaim harga kebutuhan pokok di bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri relatif stabil, namun masih ada di sejumlah daerah harga kebutuhan pangan yang menggila.
Seperti harga bawang putih di Pasar Oesapa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) kini menembus Rp 1 juta untuk satu karung berisikan 19 kg. Selain itu kini kondisinya stok bawang putih di kawasan semakin menipis.
Beberapa pedagang yang ditemui Timor Express (Jawa Pos Group) mengaku sudah kehabisan stok bawang putih tiga hari belakangan. "Kita biasa beli di Oeba, tapi sekarang kosong. Tidak ada yang jual," kata salah satu pedagang di Pasar Oesapa, Kota Kupang, Marselina Henukh, Senin (5/6).
Marselina mengatakan, harga bawang putih sebelumnya hanya Rp 40 ribu per kg. Namun menjelang bulan puasa, harga bawang putih terus melonjak. Sebelum kehabisan stok, Marselina mengaku membeli bawang puttih seharga Rp 800 ribu per karung, lalu dijual seharga Rp 65 ribu per kg.
"Sekarang sudah naik lagi, tetapi stok tidak ada. Kecuali bawang merah yang turun harga dari Rp 40 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilogram," terang dia.
Dari puluhan pedagang di pasar tersebut, tidak lebih dari 10 pedagang yang memiliki stok bawang putih. Kondisi stok mereka juga sudah menipis.
Son Elly, salah seorang bawang mengaku hanya memiliki beberapa kg bawang putih. Dikatakannya, setelah mengetahui stok bawang putih habis di Pasar Oeba, dirinya mencari ke Pasar Kasih Naikoten. Namun setelah berkeliling ke sejumlah pemasok, dia hanya mendapat 14 kilogram dengan harga yang sangat tinggi.
"Kemarin dulu, saya dapat di Pasar Inpres (Pasar Kasih) tetapi sudah naik jadi Rp 80 ribu per kilo. Sekarang sudah naik lagi, karena satu karung itu sudah Rp 1 juta lebih," terang Son.
Dengan kondisi saat ini, Son mengaku mulai kesulitan mencari stok. Dia berharap dalam waktu dekat stok bawang bisa tersedia, apalagi kebutuhan saat ini sangat tinggi mengingat umat Muslim sedang berpuasa.
Dia kembali mencontohkan, bawang putih yang sebelumnya dijual tiga siung seharga Rp 5.000, saat ini sudah naik 100 persen menjadi Rp 10.000 per tiga siung. "Kita tidak tahu kapan ada stok. Tetapi ini karena kita ambil dari luar NTT, seperti Surabaya dan Makassar. Beda dengan bawang merah yang melimpah di NTT," tutup dia.
General Manager (GM) PT Pelindo III Cabang Tenau Kupang, Boy Roebyanto yang dikonfirmasi terkait proses bongkar muat di Pelabuhan Tenau mengaku tidak melihat adanya muatan bawang putih yang diangkut melalui pelabuhan tersebut. "Kalau bawang putih tidak ada. Sekarang baru telur dan sembako lain seperti beras, gula dan lainnya," kata Boy. (cel/iil/JPG)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
