
KESABARAN TINGKAT TINGGI: Nurish memiliki basis ilmu pendidikan luar biasa untuk menjadi guru pendamping khusus.
JawaPos.com – Sebagai guru pendamping khusus (GPK), pada kenyataannya, Nurish tidak hanya mendidik siswa sesuai silabus. Ada tugas lain yang tidak kalah penting. Yakni, menjadi pengasuh jika orang tua siswa itu tidak ikut ke sekolah atau ketika siswa tersebut tak didampingi penjaganya.
Siswa berkebutuhan khusus tentu memiliki daya pikir berbeda ketimbang anak-anak di kelas reguler. Mereka tidak bisa mengurus diri sendiri. Termasuk urusan yang paling privasi. Salah satunya, ke toilet untuk buang hajat.
Tak jarang siswa mengompol di kelas atau bahkan buang air besar sembarangan. Kalau sudah begitu, tentu guru yang harus turun tangan. Demikian pula Nurish. Dia membawa siswanya ke kamar mandi, lalu membersihkannya. ”Kuncinya, tidak jijik dan cepat melupakan itu,” ungkap perempuan kelahiran 4 November 1983 tersebut.
Tidak hanya satu siswa, hal itu bisa saja terjadi pada beberapa siswa secara bersamaan. Kondisi diperparah dengan kelas yang gaduh. Siswa lain yang merasa terganggu langsung berhamburan keluar kelas. Kalau sudah begitu, guru harus keliling sekolah untuk mencari mereka satu per satu.
Kesabaran semakin diuji ketika sebagian siswa tantrum bersamaan. Ada yang pukul-pukul meja, memukul temannya, menangis, atau tertawa sendiri. Anak-anak lain yang tadinya biasa saja ikut berulah. Kelas semakin gaduh.
Kalau sudah tak bisa diatasi, Nurish mengeluarkan jurus andalan. Instrumen gubahan Wolfgang Amadeus Mozart atau Beethoven diputar dengan volume kencang. Biasanya, suara musik yang tenang bisa mencairkan suasana hati siswa yang awalnya kacau. Kalau mereka sudah tenang, pelajaran baru bisa dimulai kembali.
Memang, menjadi guru bagi ABK harus ekstrasabar. Selain itu, guru harus menikmati pekerjaan. Pekerjaan jangan dianggap beban karena bisa merugikan diri sendiri. Nurish malah bersyukur. Bekerja bersama anak-anak membuatnya senang dan terhibur. Apalagi melihat tingkah mereka yang lucu khas anak-anak. ”Jadi merasa awet muda,” tuturnya. (ant/c20/nda)

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
