
RISET MENDALAM: Ikan zebra dimanfaatkan sebagai sarana vaksin. Selain itu, tengah dikembangkan pisang kepok yang mengandung vaksin antiflu.
JawaPos.com – Potensi hayati Indonesia sebenarnya sangat melimpah. Kebanyakan hasil bumi dan laut tersebut hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Peneliti Avian Influenza Research Center (AIRC) Universitas Airlangga (Unair) berupaya mengembangkan potensi itu sebagai sarana vaksin.
Ketua AIRC Unair Prof Dr drh Chairul Anwar Nidom menuturkan, pihaknya tengah mengembangkan vaksin pada ikan dan pisang. Yakni, ikan zebra dan pisang kepok. ”Kalau selama ini kekayaan hayati itu dimanfaatkan untuk lifestyle, kami berupaya memanfaatkannya di bidang lain,” ujarnya.
Nidom bersama Almira Lahay, staf AIRC Unair, mengembangkan vaksin pada ikan. Almira yang juga sarjana perikanan tertarik mengembangkannya ke arah vaksin. ”Selama ini, bahan baku pembuatan vaksin manusia itu telur dan sel,” jelas Nidom.
Saat penelitian, ikan diinfeksi virus yang ada pada vaksin flu. Ternyata, virus yang sudah jinak itu mampu tumbuh pada tubuh ikan dengan baik, bahkan berkembang biak lebih banyak. ”Setelah kami uji, strukturnya tidak ada mutasi,” katanya.
Potensi akuakultur di Indonesia memang beragam. Tentu penelitian harus tetap berjalan agar bisa diketahui potensi apa saja yang terdapat pada organisme air tersebut. Penelitian yang dilakukan Almira itu akan dipresentasikan pada International Society for Influenza & other Respiratory Virus Diseases (ISIRV) Conference 2017 di Shanghai, Tiongkok, pada 12–16 Juni.
Selain ikan zebra, AIRC mengembangkan jenis ikan lain. Tahun ini, mereka tengah mengembangkan vaksin tersebut. Tujuannya, menanggulangi HIV/AIDS. Sayang, Nidom belum mau bercerita lebih banyak soal hal itu. ”Tahun depan, kalau tidak ada aral, kami publikasikan hasil riset awalnya,” ucapnya.
Menurut Nidom, negara lain juga tengah berpacu untuk meneliti potensi kelautan. Karena itu, pihaknya berusaha serius agar tidak tertinggal. ”Kalau tidak ada riset, maka tidak ada inovasi. Kita hanya akan menjadi bangsa konsumen,” tegasnya.
Bahan lain yang bisa dimanfaatkan untuk membawa vaksin adalah pisang kepok. Sama halnya dengan ikan zebra, vaksin pisang kepok digunakan untuk menanggulangi flu. ”Dua tahun lagi mungkin sudah bisa produksi,” tutur guru besar Fakultas Kedokteran Hewan Unair tersebut.
Nidom bermimpi, vaksin tak lagi disuntikkan. Manusia cukup mengonsumsi bahan makanan yang mengandung vaksin dan tubuhnya bakal terlindungi. (lyn/c18/nda)

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
