
Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti dan Direktur Eksekutif Aminef Alan H. Feinstein meneken kerjasama beasiswa Fulbright-Ristekdikti (30/5).
JawaPos.com - Kabar baik bagi dosen pemburu beasiswa di luar negeri. Pemerintah Indonesia dengan AS meneken kerjasama perpanjangan program Fulbright-Ristekdikti. Menariknya kuota beasiswa setiap tahunnya dinaikkan.
Tanda tangan kerjasama kedua pihak diwakili oleh Dirjen Sumber Daya Iptek-Dikti Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti dan Direktur Eksekutif American Indonesia Exchenge Foundation (Aminef) Alan H. Feinstein. Progran Fulbright-Ristekdikti dimulai sejak 29 Mei 2009. Kemudian program berakhir pada 29 Mei 2017. Lalu diperpanjang sampai 29 Mei 2021.
Ghufron mengatakan tahun-tahun sebelumnya kuota beasiswa ini sebanyak 20 orang. Mulai tahun ini kuota beasiswa dinaikkan menjadi 50 orang.
"Syarat utama harus dosen tetap. Boleh dosen PNS atau dosen tetap swasta," katanya di Jakarta (30/5). Dia mengatakan beasiswa ini mendanai biaya studi doktor untuk tiga tahun. Tetapi bisa diperpanjang satu tahun lagi.
Sayangnya bagi peminat program beasiswa ini harus bisa sabar. Sebab pendaftaran untuk 2017 sudah ditutup. Program ini akan segera dibuka untuk pengisian kuota 2018 nanti. Sesuai jadwal pendaftaram di sekitar November 2017. Sementara batas akhirnya Februari 2018.
Alan H. Feinstein bersyukur beasiswa ini bisa diperpanjang kembali. Sebab sejak ada program beasiswa Fulbright cukup bermanfaat. "Ada dua jenis Fulbright. Fulbright murni dan Fulbright-Ristekdikti," katanya.
Khusus untuk program Fulbright murni sudah ada di Indonesia sejak 65 tahun silam. Banyak tokoh yang mengenyam pendidikan melalui beasiswa Fulbright. Seperti H. Agus Salim dan Hasan Shadly penyusun kamus Indonesia-Inggris yang sangat populer itu. (wan/JPK)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
