
Ilustrasi
JawaPos.com - Program Pemerintah kota (Pemkot) Bandarlampung menyediakan sambungan gas rumah tangga untuk warga secara gratis direspons positif oleh warga. Sayangnya, program yang sejatinya gratis untuk warga kurang mampu itu disalahgunakan sejumlah oknum. Alih-alih mendapat keuntungan, ulah oknum tak bertanggung jawab itu justru membuat program ini rentan untuk bisa berjalan sesuai rencana.
Laporan Rimadani Eka Mareta, Ari Suryanto
BANDARLAMPUNG
Yani, salah satu calon megguna sambungan gas kala ditanya tanggapannya mendapat program sambungan gas rumah tangga gratis mengaku bersyukur karena biaya penggunaan gas sambungan langsung akan lebih hemat dibanding penggunaan gas elpiji.
Bila umumnya setiap rumah tangga menghabiskan satu setengah sampai 2 tabung gas elpiji 12 Kg, dengan harus membayar Rp250 ribu- 300 ribu per bulan, menggunakan gas ini biaya yang harus dikeluarkan warga diperkirakan tak sampai Rp100 ribu per bulan.
Sebagai bentuk keseriusan atas program tersebut, Pemkot Bandarlampung bersama PT Perusahaan Gas Negara (Persero) telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) terkait program ini pada 29 Maret 2017 lalu.
Sayangnya, hasil pemantauan Radar Lampung diketahui niatan baik Pemkot ini di lapangan didapati adanya pungutan di sejumlah wilayah, seperti kelurahan Sidodadi, Penengahan, dan Kaliawi. Ketiga kelurahan tersebut kompak mengatakan adanya pungutan.
Yani, ibu rumah tangga yang juga membuka warung dagang mengaku sudah mendaftarkan untuk pemasangan gas bumi tersebut dirumahnya. Dia beralasan karena menggunakan gas bersaluran lebih praktis. Dia juga membenarkan adanya permintaan uang sebesar Rp300 ribu. Itu digunakan sebagai biaya pemasangan.
"Iya itu ada biaya yang ditarik ke pendaftar. Kami diminta Rp300 ribu. Tapi ini untuk biaya pemasangan. Nanti kalau sudah jalan sistemnya seperti listrik, bayar per bulan sesuai pemakaian,” ujar Yani sebagaimana dilansir Radar Lampung (Jawa Pos Group), Selasa (30/5).
Warga lainnya, Lela yang berada di Kelurahan Penengahan, Kecamatan Kedaton ini juga mengaku sudah mendaftarkan diri untuk pemasangan gas rumah tangga. Namun, dirinya tidak dapat memastikan berapa uang yang harus dikeluarkan untuk pemasangan tersebut.
Sementara saat dikonfirmasi melalui ketua RT 011 Lingkungan 2 Kelurahan Penengahan Kecamatan Kedaton Bandarlampung, Sukmaedi membenarkan adanya pungutan biaya tersebut.
”Iya ada, tapi katanya ini untuk deposit. Jadi beberapa bulan kedepan nggak perlu bayar untuk tagihan gasnya,” jelas Sukmaedi.
Dikelurahan Sidodadi, Hadi salah seorang warganya juga sudah mendaftarkan pemasangan gas rumah tangga tersebut. ”Saya belum tahu sih soal pembayaran itu, tapi saya belum bayar. Nanti mungkin diinfokan lagi saat mau pemasangan,” ungkapnya.
Ketiga narasumber tersebut kompak mengatakan setuju dengan adanya pemasangan gas rumah tangga tersebut. Mereka menggagap aman, dan lebih praktis. (cw22/nas/JPG)

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
