
Ilustrasi
JawaPos.com - Bawang putih mulai langka di sejumlah pasar di Sangatta, Kutim, akhir-akhir ini. Seperti di Pasar Induk Sangatta (PIS) kemarin (28/5). Imbasnya, harga jual pun naik.
Menurut Nur, pedagang sayuran di PIS, kelangkaan terjadi beberapa bulan terakhir. Hal tersebut dibenarkan Rani, pedagang lain. Dia menyebut, pasokan bawang putih akhir-akhir ini susah. Kalaupun ada, dari agen tidak menyediakan banyak.
“Beberapa hari terakhir, agen hanya memiliki beberapa bawang putih, itu pun langsung diserbu oleh para pedagang,” katanya.
Sebelumnya, dia bisa membeli dua hingga empat karung. Namun, setelah kelangkaan terjadi, dia hanya bisa membeli satu atau dua karung. “Di agen, kami membeli bawang putih seharga Rp 550 ribu per karung. Tapi, kini menjadi Rp 900 ribu. Inilah yang membuat para pedagang menjual bawang putih lebih mahal dibanding sebelumnya,” ungkapnya.
Sebelum mengalami kelangkaan, dia biasa bawang putih Rp 30 ribu per kilogram. “Sekarang harganya Rp 50–55 ribu per kilogram,” sambungnya. (*/akr/ica/k8/fab/JPG)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
