
OLAHRAGA MALAM: Polisi menghukum para pelaku aksi balap liar di Jalan Dharmahusada dini hari lalu.
JawaPos.com – Satlantas Polrestabes Surabaya menertibkan aksi balap liar di sejumlah titik Minggu (28/5) dini hari. Penertiban tersebut merupakan bagian dari Operasi Mandiri Kewilayahan Sutera (Surabaya Tertib Ramadan).
Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Adewira Negara Siregar memimpin langsung patroli yang dimulai pukul 00.30 tersebut. Rute yang dipilih merupakan kawasan yang dinilai paling rawan pelanggaran lalu lintas, terutama balap liar. Jalur yang dilewati polisi, antara lain, Jalan Ir Soekarno, Jalan Kapasan, Jalan Demak, dan Jalan Dharmahusada. ’’Selain itu, kami berkoordinasi dengan pihak command center untuk mengawasi CCTV (closed circuit television),’’ ujar Adewira.
Saat berpatroli di Jalan Demak, handie talkie (HT) Adewira berbunyi. Suara di seberang menginformasikan adanya sekelompok anak muda yang melangsungkan balap liar di Jalan Dharmahusada. Adewira segera mengarahkan personelnya ke lokasi tersebut.
Benar saja, polisi mendapati beberapa pengendara yang menutup jalan. Begitu mendengar sirene petugas, mereka langsung semburat. ’’Mereka ini sudah meresahkan warga. Masak orang mau lewat sampai disuruh putar balik,’’ kata perwira dengan dua melati di pundak tersebut.
Sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dan pelaku balap liar. Untung, semua pelaku balap liar berhasil diamankan. Setelah didata, mereka yang tidak membawa surat-surat kelengkapan berkendara langsung dihukum push-up.
Selama dua jam berpatroli, tim menyita 30 kendaraan yang tidak sesuai dengan ketentuan dan tidak dilengkapi surat-surat. Kendaraan bodong tersebut lantas dibawa ke gudang barang bukti satlantas. Pemilik bisa mengambil motor dengan membawa surat-surat lengkap.
Adewira menyatakan mendukung program Kapolrestabes Surabaya lewat Sutera sehingga warga merasa nyaman dan tenang selama beribadah. ’’Kami akan meningkatkan intensitas patroli selama Ramadan,’’ katanya.
Pihaknya sudah membentuk satgas untuk menunjang operasi. Yakni, tim preemtif, preventif, dan represif yang beranggota unit-unit yang ada di Satlantas Polrestabes Surabaya. ’’Penindakan terhadap balap liar akan kami pusatkan ke tim represif saja. Tim lainnya fokus pada pendekatan ke masyarakat,’’ tutur alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 tersebut.
Tim represif, lanjut Adewira, merupakan tim yang biasa mobile. Di antaranya, Tim Sus, Tim Urai, Tim Patwal Manyar, dan Tim Patwal Elang.
Sita Sementara 27 Motor
Sementara itu, pada Operasi Cipta Kondisi di Jalan Gembong, Simokerto, Minggu (28/5) dini hari, berhasil diamankan 27 motor bodong. Razia gabungan tersebut dipimpin langsung oleh Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga.
Kegiatan itu dimulai pukul 00.00. Lokasinya tepat berada di depan pusat perbelanjaan di Jalan Gembong. Sebanyak 77 personel dikerahkan untuk menjalankan operasi tersebut. ”Lokasi ini adalah salah satu spot rawan kejahatan jalanan,” ujar Shinto.
Dia menekankan, operasi malam itu dilakukan untuk menekan angka curanmor di metropolis. Karena itu, petugas tidak hanya memeriksa surat-surat kelengkapan berkendara. Namun, rumah kunci motor juga dicek. ”Saya enggak mau kecolongan,” katanya.
Puluhan pengendara kendaraan roda dua dan roda empat diperiksa polisi. Namun, tidak sedikit pengendara dari arah Kapasan yang berbalik arah begitu mengetahui banyak polisi di Jalan Gembong.
Polisi sempat menangkap dua remaja laki-laki yang terlihat ketakutan saat melihat gerombolan polisi dari kejauhan. Dua anggota satreskrim langsung menggeledah keduanya. Mereka disuruh melepas baju. Semua barang bawaannya digeledah. ”Kok bisa kamu nggak bawa surat-surat? Rumah kontaknya rusak lagi,” tanya Shinto. Dua remaja tersebut hanya diam.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
