Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Mei 2017 | 11.10 WIB

Ternyata Ini Penyebab Naiknya Sembako di Bulan Ramadan

Ilustrasi - Image

Ilustrasi


JawaPos.com - Memasuki bulan Ramadan, aksi penimbunan pangan kerap terjadi di sejumlah daerah. Imbasnya, harga beberapa komiditi di pasaran melambung. 


"Hampir semua rentan ditimbun. Seperti tahun lalu, biasa kan jelang puasa itu (harga barang pokok) naik padahal itu pembiaran. Padahal kita deflasi loh," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Dagang, Karyanto Suprih kepada wartawan di Gedung Galeri Nasional, Jakarta, Minggu (28/5).


Untuk mencegah terjadinya penimbunan tersebut, Karyanto menjelaskan bahwa kementerian telah mengantisipasi dengan menerbitkan Peraturan Menteri (PerMen) No 20 tahun 2017 tentang pendaftaran pelaku distribusi barang kebutuhan pokok.


Permen tersebut mewajibkan setiap distributor untuk melaporkan distribusi dan stok barang pokok yang tersedia di gudang. 


"Jadi kalau distributor dia melapor, ada berapa stoknya (bahan pangan), kami amankan," kata Karyanto.


Sementara itu, menurut Direktur operasional dan pelayanan publik Bulog, Karyawan Gunarso mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki 3,9 miliar kilo muatan gudang. Dengan jumlah sedemikian besar, menurut Gunarso seharusnya tidak ada lagi penimbunan dan pemerataan bahan pangan diseluruh Indonesia bisa diwujudkan. 


"Ada tiga cara untuk meratakan bahan pangan seluruh Indonesia. Yaitu, memenuhi kecukupan ketersediaan, memenuhi distribusi. Kemudian dengan ketersedian distribusi, masyarakat terjangkau dalam akses pangan yang murah," imbuhnya.(bon/rmol/mam/JPG)


Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore