
JADI TRADISI: Suasana Jalan Jawa Wadungasih, Buduran, yang padat dengan banyaknya warga yang berjualan.
JawaPos.com – Saat melintas di Jalan Jawa Wadungasih, Buduran, pengguna jalan harus memelankan kendaraan. Terutama setelah salat asar. Puluhan pedagang tampak menggelar lapak untuk menjajakan barang dagangan mereka di sepanjang jalan tersebut.
Di depan Balai Desa Wadungasih dan Masjid Nurul Huda di RW 1, misalnya. Ada yang berjualan es tebu, jus buah, gorengan, es campur, salak, hingga martabak. Lanjut ke timur menuju RW 2, yang dijual semakin beragam. Terdapat aneka es buah, bubur, jajanan seperti sempol, batagor, dan cilok, serta soto ayam.
Bahkan, ada pula yang jualan pakaian dan kebutuhan untuk memasak seperti sayur-sayuran dan bumbu dapur. Suasana tambah ramai dengan adanya permainan anak seperti odong-odong.
Suasana tersebut hanya bisa ditemui saat Ramadan. Selain Ramadan, jalan itu sepi. Hanya satu dua pedagang yang menggelar lapaknya. ’’Ini sudah jadi tradisi, selalu ramai setiap Ramadan. Sejak hari pertama puasa sampai hari terakhir,’’ kata Sekretaris Desa Wadungasih Jalisih.
Kebanyakan pedagang adalah warga RW 1 dan RW 2. Munculnya banyak pedagang di sana akan mempermudah para pekerja yang baru pulang dari pabrik. ’’Kadang orang baru pulang kerja kan malas masak. Nah, mereka bisa beli di sini sambil perjalanan pulang. Apalagi di Desa Wadungasih banyak sekali perusahaan,’’ papar Kepala Desa Wadungasih Choirul.
Sabtu (27/5) adalah hari pertama Ramadan sekaligus bertepatan dengan Sabtu. Jalan tidak seramai ketika weekday. Sebab, pekerja pabrik rata-rata libur. ’’Senin biasanya mulai ramai. Saat itu bakal kami atur arus lalu lintasnya. Kami lewatkan sejumlah jalan biar tidak melintas di jalur ini untuk roda empatnya,’’ kata Choirul.
Yang boleh melintas hanya roda dua dan pejalan kaki. Dengan begitu, jalan tidak macet dan para pembeli bisa lebih leluasa. ’’Ini beberapa usaha kecil menengah warga dijajakan di sini sejak lama,’’ paparnya.
Salah seorang warga RT 8, RW 2, Zainul tidak mempermasalahkan halaman depan rumahnya ditempati para pedagang. Dia malah terbantu karena lebih mudah memilih hidangan untuk berbuka. Apalagi, suasana seperti itu sudah lama dinanti warga. ’’Pengin apa gitu tinggal jalan ke depan,’’ paparnya. (uzi/c15/ai)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
