Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Mei 2017 | 06.35 WIB

Duh, Ternyata Ini Penyebab Kerusakan Lingkungan di Waduk Cirata 

Ilustrasi - Image

Ilustrasi


JawaPos.com - Kerusakan yang terjadi di lingkungan Waduk Cirata tidak hanya disebabkan oleh Keramba Jaring Apung (KJA). Sebab, ada banyak penyebab yang membikin waduk tercemar. 


Supervisor Pengamanan Aset dan CSR Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC), Rizki Dwi Pamungkas mengatakan, kerusakan lingkungan cirata sendiri ada dari aktor hulu, dan ada juga memang faktor dari aliran sungai dan kondisi di badan waduk cirata sendiri. 


"Dari kerusakan itu yang pertama bisa dilihat dari  kualitas air waduk cirata menurut BP82 tahun 2001 itu sudah masuk golongan kelas empat yang sebenarnya tidak baik untuk perikanan. Hanya baik untuk irigasi dan pengaira. Nampak juga di kondisi fisiknya yang mengalami korosifitas pada alat hidromekanikal PLTA, kemudian pada tubuh bendungan," ungkap Rizky kepada RMOLJabar (JawaPos Grup), Kamis (25/5).


Pihaknya juga melihat selain dari kualitas air ada juga yang disebut dengan erosi serta sedimentasi di waduk cirata. 


"Erosi misalkan dari trudon area yang mengalami runoff sehingga tanahnya menjadi sedimen ke dasar waduk," jelasnya.


Selanjutnya, kata dia, ada juga dari pakan keramba. Pakan ikan yang dilempar ke keramba, sejatinya tidak habis seluruhnya oleh ikan. Sehingga ada banyak sisa pakan yang mengendap yang tidak dimakan oleh ikan. 


"Problem yang juga harus dipikirkan adalah penunggu waduk itu. Aktifitas di waduk ini selain tadi ikannya, pakannya, juga ada orang yang menunggu keramba ini banyak sekali. Dari 77 ribu petak petaninya 3500 orang. Penunggunya sekitar 4000 orang. Ada 4000 ribu orang yang ada di waduk cirata yang luasnya 6200 hektar. Dia makan disitu, membuang kotoran disitu, limbahnya disitu," jelasnya.


Dikarenakan belum adanya mekanisme yang mengatur rumah tangga perikanan, mereka wajib memperhatikan pengelolaan limbah yang mereka hasilkan.


"Akhirnya semua dibuang ke waduk dan pencemarannya cukup tinggi. Oleh karena itu bagaimana upaya-upaya penataannya lebih baik," tutupnya.(bon/rmol/mam/JPG)


Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore