
BERBAHAYA: Harianto, penjaga SMPN 1 Nganjuk, menunjukkan mortir yang separo di antaranya masih tertanam di tanah.
JawaPos.com- Warga Kelurahan Mangundikaran, Kota Nganjuk, geger. Penyebabnya, Paidi, kuli bangunan yang menggali fondasi di SMPN 1 Nganjuk, menemukan mortir aktif sepanjang sekitar 1 meter.
Informasinya, saat menggali mencapai kedalaman 1 meter, cangkul Paidi menyentuh benda mencurigakan menyerupai besi. Karena penasaran, dia pun menggali sekelilingnya. Setelah itu, ujung benda yang awalnya hanya disangka lempengan besi tersebut terlihat seperti tabung gas dengan ujung yang lancip.
Paidi pun makin penasaran. Dia meneruskan menggali dan mendapati benda mirip tabung gas itu memiliki panjang 1 meter dengan diameter 20 sentimeter. Yang membuat Paidi curiga adalah ”tabung gas” temuannya tersebut memiliki sirip.
Khawatir jika benda yang ditemukan adalah peledak berbahaya, Paidi langsung melaporkan temuannya kepada Harianto, 37, penjaga sekolah. ”Kami langsung melaporkan temuan tersebut ke bhabinkamtibmas dan Kapolsek kota,” kata Harianto saat ditemui koran ini kemarin.
Mendapatkan laporan dari Harianto, Bhabinkamtibmas Kelurahan Mangundikaran Aiptu Didik langsung mengecek mortir yang tertimbun tanah di dekat ruang kelas itu. Tak lama kemudian, tim Polres Nganjuk dan Polsek Kota Nganjuk mendatangi lokasi.
Mereka langsung memasang garis polisi untuk mencegah warga mendekat. Sebab, kondisi mortir masih aktif dan memiliki daya ledak besar. Yaitu, radius sekitar 20 meter.
Kapolsek Kota Nganjuk Kompol Sutono yang kemarin datang ke lokasi bersama tim penjinak bom dari Brimob Detasemen C Kediri menyatakan, mortir yang tertanam di SMPN 1 Nganjuk tersebut masih aktif. ”Tim penjinak bom sudah memastikan bahwa mortir ini aktif,” katanya.
Mortir yang sudah berkarat itu diperkirakan merupakan peninggalan zaman Belanda. Melihat daya ledaknya yang besar, Tim Penjinak Bom Brimob terlihat berhati-hati saat memulai proses evakuasi.
Apalagi, lokasi galian sempit. Kemudian, separo badan mortir masih tertimbun tanah dan bebatuan. ”Kami siapkan penerangan untuk mempermudah penggalian,” lanjut Sutono.
SMPN 1 Nganjuk sedianya membangun ruang baru di galian fondasi tempat ditemukannya mortir tersebut. Selain untuk musala, salah satu sekolah favorit di Nganjuk tersebut bakal membangun laboratorium IPA dan ruang kelas.
”Bangunannya dua lantai. Karena itu, dibutuhkan fondasi yang kuat untuk menopang bangunan,” ucap Harianto saat ditanya tentang penggalian fondasi di sekolah tempatnya bekerja. (rq/ut/c25/diq)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
