Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Mei 2017 | 01.37 WIB

Musnahkan Ribuan Liter Air Setan

PECAH: Sebanyak 3.270 liter miras hasil Operasi Cipta Kondisi 2017 Polres Madiun dimusnahkan. - Image

PECAH: Sebanyak 3.270 liter miras hasil Operasi Cipta Kondisi 2017 Polres Madiun dimusnahkan.


JawaPos.com- Ratusan botol air mineral yang berisi minuman keras (miras) hancur lebur digilas tandem roller di Mapolres Madiun. Mesin penggilas yang dikendarai Bupati Madiun Muhtarom itu memusnahkan berbagai jenis miras yang beredar selama ini. Dalam hitungan menit, tidak kurang dari 3.270 liter botol miras berbagai jenis hasil Operasi Cipta Kondisi 2017Polres Madiun berhasil dimusnahkan.



Meski bukan wilayah pemroduksi, peredaran air setan di Kabupaten Madiun terbilang melimpah. Ribuan liter miras itu merupakan hasil sitaan dari wilayah-wilayah perbatasan. Meski begitu, Kabupaten Madiun terbukti banyak menampung miras yang kebanyakan diproduksi di wilayah Jawa Tengah itu. ’’Jadi, kabupaten ini hanya sebagai perlintasan,’’ kata Kapolres Madiun AKBP I Made Agus Prasatya.



Meski tidak memiliki pabrik miras, bukan berarti kabupaten tersebut terbebas dari dampak buruknya. Banyak tindak kriminal yang dipicu konsumsi miras. Misalnya, pencurian dengan kekerasan ataupun pemberatan. ’’Setelah dievaluasi, kabupaten ini masuk lima besar pemberantasan miras,’’ jelasnya.



Beberapa kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) juga ada yang disebabkan efek miras. Pengendara tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya sehingga mengalami kecelakaan. Nyawa pengendara lain tidak jarang ikut melayang akibat ulah pengendara yang mabuk. Bukan hanya itu, miras juga mendorong remaja untuk berbuat cabul. ’’Miras sangat mengancam dan merusak generasi muda. Penyebarannya sangat cepat,’’ paparnya.



Made pun memberikan contoh pelajar SMP yang kedapatan nge-room di tempat karaoke Kota Madiun. Yang parah, remaja berbeda gender tersebut tidak hanya berkaraoke, tetapi juga berpesta miras. Padahal, mereka berpamitan untuk mengikuti pelajaran tambahan. ’’Ini menjadi keprihatinan kita semua. Sekolah dan para orang tua harus memperhatikan anak-anak mereka,’’ jelasnya. (bel/fin/c15/end)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore