Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Mei 2017 | 21.20 WIB

Pemda Didesak Tutup Lokalisasi Terbesar Barito

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Desakan ditutupnya tempat hiburan terbesar di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito kembali mengemuka. Lokalisasi Merong Muara Teweh dianggap telalu dekat dengan kota. Disamping itu rawan terjadi kriminalitas.


Dorongan itu dimunculkan tokoh agama dalam rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral Operasi Ramadniya Telabang 2017, jelang pengamanan Hari Raya Idulfitri 1438 H, Rabu (24/5).


Terkait penutupan tempat prostitusi, Kapolres Batara AKBP Tato Pamungkas Suyono menunggu tindak lanjut dari pemerintah daerah. Karena perizinan tempat hiburan dari pemerintah daerah. “Kebijakan apapun dari pemerintah daerah akan kita dukung dan kami siap mengarahkan personel untuk mendukung setiap kebijakan dari pemerintah daerah,” terang Kapolres.


Menurut dia, dukungan masyarakat akan ditutupnya Lembah Duren, sebutan Merong dianggap hal yang wajar. Sebab berkaca pada Lokalisasi Dolly yang besar saja bisa ditutup, apalagi Merong yang berada di tepian Sungai Barito. Terlebih rencananya Pemkab Batara akan memulangkan pekerja seks komersial (PSK) di Lokalisasi Merong pada tahun 2018.


Selain itu, Tato menyinggung miras, jika tidak dikendalikan maka masalah akan timbul terus. Sebab dari semua kejahatan yang timbul, bermula dari miras dan ini harus ditertibkan. (dad/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore