
Ilustrasi
JawaPos.com - Kaum gay atau pemilik oreintasi seks, lelaki suka lelaki (LSL) menjadi salah penyumbang cukup tinggi untuk penderita penyakit HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan (Acquired Immuno Deficiency Syndrome).
Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, angka penderita AIDS makin mengkhawatirkan. Hingga Juni 2016, tercatat ada 335 warga Kota industri tersebut terinfeksi penyakit mematikan itu. Parahnya lagi, dari 335 itu, sebanyak 123 orang diantaranya dari kaum laki-laki penyuka laki-laki.
Menurut catatan Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam jumlah penderita penyakit HIV di Batam hingga Juni 2016 mencapai 335 orang dan, 142 orang dengan AIDS. Akibat HIV/AIDS ini 26 orang telah meninggal.
Kepala Bidang P2PL Dinkes Kota Batam, Sri Rupiati menyebutkan, angka itu didapat dari orang-orang yang dengan sukarela memeriksakan diri yang jumlahnya 6.013 orang. Jumlah itu menurun dibanding dengan data di tahun 2015. Tahun itu, jumlah penderita HIV sebanyak 641 orang, AIDS 274 orang dan yang meninggal 89 orang.
Dari 335 orang penderita, laki-laki 211 (10 persen) dan 124 perempuan (3 persen). Padahal perempuan yang diperiksa sebanyak 3.946, dan laki-laki sebanyak 2.067 orang. Sedangkan berdasarkan kelompok umur; 4 tahun sebanyak 9 orang, 5-14 tahun sebanyak 2 orang, 15-19 sebanyak 3 orang, 20-24 sebanyak 39 orang, 25-49 sebanyak 267 orang, 50 tahun ke atas sebanyak 15 orang.
Menurut Sri Rupiati, salah satu langkah prenventif yang dilakukan oleh Dinkes untuk menangani masalah HIV/AIDS adalah metode pendekatan. Metode ini dirasakan sangat mendukung dalam mengintervensi dan menggali informasi penderita HIV/AIDS dan orang yang kemungkinan tertular. Metode ini biasanya dilakukan kepada mereka yang termasuk dalam lelaki suka lelaki (LSL).
Biasa pengidap HIV/AIDS ini cenderung tertutup. Dengan metode ini mereka bisa membagi pengalaman dan mau mengikuti beberapa langkah yang dianjurkan oleh pemerintah agar menghindarkan diri dari HIV/AIDS. "Kita berusaha masuk, dan mengambil kepercayaan mereka, sehingga mereka mau menceritakan keluhan, masalah termasuk ketakutan mereka terhadap HIV/AIDS," kata perempuan berhijab ini sebagaimana dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Kamis (25/5).
Dikatakannya kelompok LSL mayoritas berlatar pendidikan tinggi, dan berkecukupan. "Mereka masih muda-muda dan pintar-pintar," ungkapnya.
Dia melanjutkan, pengaruh lingkungan menjadi faktor utama mereka menjadi seperti itu. "LSL sebenarnya tidak banyak di Batam. Mereka memiliki pasangan dan tidak sembarangan menampakkan jati diri mereka. Sangat tertutup dan terbatas," sebutnya.
Sementara itu, Olan Tobing, aktivis Yayasan Embun Pelangi mengakui kasus HIV Aids di kalangan LSL termasuk tinggi. Menurut catatan mereka yang didapat dari Dinkes Batam tahun 2016, dari 597 LSL yang sukarela diperiksa HIV Aids, yang positif sebanyak 123 orang. "Mayoritas usia produktif," katanya lewat sambungan telepon.
Sedangkan statusnya beragam, dari pekerja, pelajar, mahasiswa, dan tidak bekerja. "Mayoritas mereka (LSL) pengguna narkoba. Ketika mereka berhubungan mungkin tidak menggunakan pelindung karena sedang dalam pengaruh napza (narkoba, psikotropika dan zat adiktif lainnya) maka cenderung tertular (HIV Aids)," tukas Ketua Yayasan Embung Pelangi, Afrijal.
Terkait perilaku komunitas gay di Batam, Afrijal mengaku tidak mengetahui apa saja aktivitasnya sehari-hari. "Wajar saja mereka berkelompok selagi mereka tidak merugikan orang lain," katanya.
Dia menyebutkan, Yayasan Embun Pelangi memiliki program untuk menjaga penyebaran penyakit HIV Aids dan program anti eksploitasi seksual terhadap anak. "Programnya pendampingan anak (korban) dan pendampingan hukum. Kami juga punya target pendampingan pencegahan penularan HIV Aids 500 orang setahun," papar Afrijal. (nji/ryh/iil/JPG)

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
