
Dewan Penasihat Komnas PT Imam B Prasodjo
JawaPos.com – Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT) menggandeng guru untuk mengatasi bahaya rokok bagi siswa. Sebab, sekolah yang selama ini jadi kawasan dilarang merokok ternyata cukup banyak ditemukan guru yang merokok secara sembunyi-sembunyi.
Dewan Penasihat Komnas PT Imam B Prasodjo menuturkan guru harusnya memberikan teladan pada para siswa di sekolah. Tidak boleh ada guru yang malah merokok di lingkungan sekolah atau di rumah. Dia pun meminta pengurus besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk bertindak nyata.
”PGRI harus membuka pengaduan yang memungkinkan semua murid yang melihat guru merokok di sekolah bisa melapor,” kata Imam dalam peringatan hari anti tembakau sedunia di Jakarta, Rabu (24/5).
Sanksi sosial yang bisa diberikan, wajah guru yang sedang merokok itu bisa dipampang di majalah dinding sekolah atau bahkan di website PGRI.
Bukan itu saja, PGRI juga bisa memberikan saran dan masukan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membuat peraturan tentang larangan merokok bagi guru. Bila guru berulang kali merokok harusnya diberi surat peringatan secara bertahap. Sanksinya bisa sampai berpengaruh pada kenaikan pangkat.
”Setelah berkali-kali melanggar apa sanksinya? Setelah sanksi sosial tidak bisa ya sanksi administratif,” tambah Imam yang pernah menjadi ketua tim seleksi penasihat KPK.
Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi menuturkan usulan dari Imam tersebut memang bagus untuk memastikan dunia pendidikan bebas dari rokok. Dia menyebutkan bahwa sekolah itu punya otoritas sendiri untuk pengaturan di dalamnya.
”Kami juga sudah berkali-kali sampaikan kalau guru tidak boleh merokok di sekolah. dalam berbagai forum,” kata dia.
Unifah tidak memungkiri masih banyak pula guru yang mencuri waktu untuk merokok. Misalnya di ruang tata usaha atau di tempat tersembunyi lain di sekolah. ”Tapi siswa bisa memberikan sanksi sosial. ‘ih bapak merokok’ dan kepala sekolahnya bisa rugi pada saat penilaian kinerja,” ujar Unifah. (jun/jpk)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
