Minggu, 20 Aug 2017
Metropolitan

Soal Pesta Seks Gay, Kelompok Masyarakat Ini Minta Foto Tak Disebar

Senin, 22 May 2017 15:31 | editor : Kuswandi

JawaPos.com - Koalisi Advokasi untuk Tindak Kekerasan Terhadap Kelompok Minoritas Identitas dan Seksual, mengecam keras tindakan sewenang-wenang kepolisian saat menggerebek Altantis Gym & Sauna, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Minggu malam (21/5).

Anggota koalisi yang juga Direktur LBH Masyarakat Ricky Gunawan mengatakan, kesewenang-wenangan tampak ketika 144 pengunjung Atlantis digerebek, ditangkap, dan digiring menuju Polres Jakarta Utara dalam keadaan tanpa busana dan dimasukkan ke dalam bus angkutan kota.

Selain itu lanjutnya, lalu dikonsentrasikan menjadi dua kelompok terpisah antara pengunjung dan staff sauna, yang berpindah dari satu ruang ke ruangan lain untuk alasan pemeriksaan tanpa mengenakan pakaian.

Pihaknya juga mengecam para korban yang tetap diperlakukan secara sewenang-wenang oleh kepolisian setempat dengan memotret mereka dalam kondisi tanpa berbusana. Akibatnya, foto-foto itupun menyebar secara viral, baik melalui pesan singkat, media sosial, maupun pemberitaan.

"Tindakan tersebut adalah tindakan sewenang-wenang dan menurunkan derajat kemanusiaan para korban," ujar Ricky dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Senin (22/5).

Menurut dia, penangkapan itu adalah preseden buruk bagi kelompok minoritas gender dan seksual lainnya. Karena bisa saja menjadi acuan bagi tindakan kekerasan lain yang bersifat publik.

Atas kejadian tersebut, Koalisi Advokasi Untuk Tindak Kekerasan Terhadap Kelompok Minoritas Gender & Seksual, mengecam tindakan sewenang-wenang tersebut dan meminta kepolisian tidak menyebarkan data pribadi korban. "Karena ini adalah bentuk ancaman keamanan bagi korban dan pelanggaran hak privasi setiap warga negara," tegasnya.

Ia juga meminta agar masyarakat menjunjung tinggi asa praduga tak bersalah kepada korban. Bila korban dinyatakan tidak bersalah untuk segera dibebaskan dan dipulihkan nama baiknya.

Apalagi menurutnya, tidak ada aturan jelas mengenai prostitusi gay. "Penangkapan ini atas dugaan prostitusi gay dimana sebenarnya tidak ada kebiajakan yang mengatur dan melarang tentang prostitusi gay," pungkasnya. (dna/JPG)

Alur Cerita Berita

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia