Jumat, 21 Jul 2017
JPG Today

Ibunya Kaget, Celana Sekolah Anaknya Banyak Bercak Darah, Ternyata...

Sabtu, 20 May 2017 07:53 | editor : Imam Solehudin

Ilustrasi

Ilustrasi (REUTERS)

JawaPos.com - Predator seksual memang tak pandang bulu dalam "menerkam mangsanya". Sekolah, yang notabene tempat mendidik anak justru dijadikan tempat ideal buat si pelaku. 

Adalah QZA, siswi sebuah TK di kawasan Malabar, Bogor Tengah, Kota Bogor, yang diduga dicabuli oleh penjaga sekolah berinisial UD. Kejadian itu berawal ketika bocah 4,5 tahun tersebut mengeluh kesakitan sepulang dari sekolah, Rabu siang lalu. Setelah diperiksa orang tuanya, ternyata ada darah yang keluar dari kemaluan QZA.

“Kami keluarga awalnya  tidak curiga. Tapi ketika dijemput di sekolah kok terlambat setengah jam,” ujar ibu korban MF dilansir Radar Bogor (Jawa Pos Grup), kemarin (19/5). Dia menjelaskan, sebelum kejadian itu, sikap buah hatinya memang sudah berubah.

Bocah berambut ikal itu cenderung agresif. Sering kali marah setiap kali diantarkan ke sekolah. Suami dan keluarga pun sempat kebingungan melihat sikap  QZA. “Ketahuannya ketika sampai di rumah ada banyak darah dari badannya,” bebernya.

Akhirnya setelah dirayu berulang kali bocah periang itu mau bercerita. QZA mengungkapkan pengakuan yang mengejutkan kepada ibunya. “Anak saya mengaku kalau sudah dua kali dipegang kemaluanya,” tutur MF.

Yang bikin MF semakin sakit hati,  pelaku bahkan mengancam QZA, jika menceritakan perbuatannya kepada orang tuanya, dia  tak segan-segan untuk menembaknya.  

“Saya kemudian tenangin anak saya, jangan takut enggak ada yang menembak. Di sini ada mami jangan takut,”lirihnya.

Pengakuan putrinya lantas diabadikan oleh MF menggunakan kamera ponsel. MF juga langsung memeriksakan anak sulungnya itu ke dokter dokter spesialis kandungan. Dia pun sudah melaporkan kejadian tersebut ke wali kelasnya.

Saat ini, aku MF, kian hari kondisi anaknya semakin trauma. Sejak kejadian pengakuan itu, berulang kali QZA menolak pergi ke sekolah.

“Kami keluarga maunya pelaku segera ditangkap. Sekarang anak saya trauma enggak mau ke sekolah lagi. Polisi belum ngusut juga. Saya rela lakukan upaya hukum,” pintanya.

Sementara, Kuasa Hukum MF, Rocky F Subun mengaku sudah melaporkan kasus tersebut ke Polresta Bogor Kota, dengan nomor laporan:LP/476/V/2017/JBR/Resta Bogor Kota. Dalam laporan-nya sudah dilampirkan sejumlah bukti-bukti.  “Keluarga berharap agar pelaku ditangkap dan dihukum karena berbahaya jika dibiarkan,” imbuhnya.

Sejauh ini, sambungnya keluarga korban sudah mengadukan peristiwa tersebut ke sekolah termasuk Dinas Pendidikan.  Namun hingga hari ini tak ada upaya penyelesaian bagi keluarga.

Padahal, kata dia, pelaku sudah melanggar  Pasal 82 Undang-Undang (UU) RI Nomor 23 2002 tentang perlindungan anak. “Jika dalam sepekan belum juga dilanjuti, kami akan melaporkan kasus ini hingga ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI),” tukasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Condro Sasongko, mengatakan  kasus tersebut sedang ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Bogor Kota.

“Sedang diselidiki, keterangan korban didampingi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A),” terangnya. Ia menambahkan, selain keterangan saksi, petugas juga tengah menghimpun bukti di lapangan.(radar bogor/don/c/mam/JPG))

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia