Jumat, 21 Jul 2017
JPG Today

Tubuh Bocah TK Penuh Bercak Darah, Ternyata Ulah Penjaga Sekolah

Sabtu, 20 May 2017 05:42 | editor : Yusuf Asyari

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com – Siswi TK sebut saja Mawar (5) di kawasan Malabar, Bogor Tengah, Kota Bogor, diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh penjaga sekolah berinisial UD.

Kasus itu terungkap berawal saat korban terlambat pulang sekolah saat dijemput, Rabu siang (10/5). Mawar mengeluh kesakitan sepulang sekolah di bagian kemaluanya. Setelah diperiksa orang tuanya, ternyata ada darah yang keluar dari kemaluan Mawar.

“Kami keluarga awalnya  tidak curiga. Tapi ketika dijemput di sekolah kok terlambat setengah jam,” ujar ibu korban berinisial MF.

Dia menjelaskan, sebelum kejadian itu, sikap buah hatinya memang sudah berubah. Bocah berambut ikal itu cenderung agresif. Sering kali marah setiap kali diantarkan ke sekolah. Suami dan keluarga pun sempat kebingungan melihat sikap  Mawar.

“Ketahuannya ketika sampai di rumah ada banyak darah dari badannya,” bebernya.

Akhirnya setelah dirayu berulang kali bocah periang itu mau bercerita. Mawar mengungkapkan pengakuan yang mengejutkan kepada ibunya. “Anak saya mengaku kalau sudah dua kali dipegang kemaluanya,” tutur MF.

Yang bikin MF semakin sakit hati,  pelaku bahkan mengancam Mawar, jika menceritakan perbuatannya kepada orang tuanya.  Korban diancam akan ditembak.  “Saya kemudian tenangin anak saya, jangan takut enggak ada yang menembak. Di sini ada mami jangan takut,” katanya menceritakan.

Pengakuan putrinya lantas diabadikan oleh MF menggunakan kamera ponsel. MF juga langsung memeriksakan anak sulungnya itu ke dokter spesialis kandungan. Dia pun sudah  melaporkan kejadian tersebut ke wali kelasnya.

Saat ini, aku MF, kian hari kondisi anaknya semakin trauma. Sejak kejadian pengakuan itu, berulang kali Mawar menolak pergi ke sekolah. “Kami keluarga maunya pelaku segera ditangkap. Sekarang anak saya trauma enggak mau ke sekolah lagi. Polisi belum ngusut juga. Saya rela lakukan upaya hukum,” pintanya.

Sementara, kuasa hukum korban,  Rocky F Subun mengaku sudah melaporkan kasus tersebut ke Polresta Bogor Kota, dengan nomor laporan:LP/476/V/2017/JBR/Resta Bogor Kota. Dalam laporan-nya sudah dilampirkan sejumlah bukti-bukti. “Keluarga berharap agar pelaku ditangkap dan dihukum karena berbahaya jika dibiarkan,” imbuhnya.

Sejauh ini, sambungnya keluarga korban sudah mengadukan peristiwa tersebut ke sekolah termasuk Dinas Pendidikan. Namun hingga hari ini tak ada upaya penyelesaian bagi keluarga.

Padahal, kata dia, pelaku sudah melanggar  Pasal 82 Undang-Undang (UU) RI Nomor 23 2002 tentang perlindungan anak. “Jika dalam sepekan belum juga dilanjuti, kami akan melaporkan kasus ini hingga ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI),” tukasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Condro Sasongko, mengatakan  kasus tersebut sedang ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Bogor Kota.

“Sedang diselidiki, keterangan korban didampingi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A),” terangnya. Ia menambahkan, selain keterangan saksi, petugas juga tengah menghimpun bukti di lapangan. (don/pj/yuz/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia