Selasa, 30 May 2017
PEMENANG READERS CHOICE
Features

Anang Fauzi, Kepala Sekolah yang Jago Musik dan Sepak Bola

Bidani Grup Musik Siswa sampai Orkes Dangdut

Jumat, 19 May 2017 23:09 | editor : Suryo Eko Prasetyo

BERGAYA: Anang Fauzi menggenjreng gitar di studio SMP Negeri 2 Manyar.

BERGAYA: Anang Fauzi menggenjreng gitar di studio SMP Negeri 2 Manyar. (Umar Wirahadi/Jawa Pos/JawaPos.com)

Anang Fauzi adalah pendidik yang unik. Dengan talenta seni dan olahraga yang melimpah, guru matematika SMP Negeri 2 Manyar itu jago main bola sekaligus musik. Asyik orangnya.

UMAR WIRAHADI

MUSIK mengalun menuju puncak. Awalnya, musik terdengar slow dan mendayu-dayu, meninggi, rancak, lalu mengentak. Irama itu mengiringi lantunan suara 15 siswa yang menyanyikan lagu himne SMPN 2 Manyar. ’’Anak-anak sedang latihan rutin untuk perpisahan,’’ jelas Anang pada Selasa siang (16/5).

Anang-lah yang menciptakan syair berikut aransemen musiknya. Percaya atau tidak, lagu himne itu diciptakan hanya dalam sejam. Isinya, puji-pujian, ajakan untuk berprestasi, dan anjuran berbakti kepada guru. ’’Spontan munculnya, langsung jadi,’’ kata lelaki 53 tahun tersebut, lantas tertawa lepas.

Orang kini mengenal Anang sebagai kepala sekolah SMPN 2 Manyar. Namun, sosok kelahiran 2 Juli 1963 itu sebenarnya dikenal luas sejak muda. Dia main musik mulai usia 10 tahun atau kelas IV SD. Kala itu dia merupakan anggota termuda grup musik di Kecamatan Panceng.

Dari penabuh gendang, Anang lantas mahir memainkan gitar, drum, bas, hingga keyboard. Semua dipelajarinya secara otodidak. ’’Coba-coba dan hobi. Tidak ada yang mengarahkan,’’ tuturnya.

Berikutnya, Anang muda mendirikan grup musik dangdut New Mahkota pada 2000. Anggotanya terdiri atas pemuda-pemuda kampung. Grup itu ngetop sampai sekecamatan, bahkan sekabupaten. Bahkan, New Mahkota melanglang sampai ke Jawa Timur. Sayangnya, pada 2011, grup tersebut vakum.

Mengapa? Pamor dangdut sedang turun. Tanggapan sepi. Sebagian besar personelnya memilih meninggalkan kampung halaman. Mereka menjadi TKI ke Malaysia dan Arab Saudi.

Sekitar setahun vakum, semangat Anang muncul lagi. Pada 2012, dia mendirikan grup baru lagi. Namanya Wolo Pitu. Wolo berarti buah siwalan muda untuk minuman legen. Pitu berarti personel band berjumlah tujuh orang. Grup musik itu eksis hingga sekarang. Bahkan, grup-grup lain menyusul terbentuk dari tangan dinginnya. Ada grup band siswi bernama Band Putri saat Anang bertugas di SMPN 1 Panceng. Ada juga grup musik kasidah. Grup tersebut mampu berprestasi di tingkat Provinsi Jatim.

Pindah tugas berarti lahir grup baru. Ketika menjabat kepala SMPN 1 Dukun pada 2011, Anang membentuk Band PGRI. Anggotanya adalah para guru PNS se-Kecamatan Dukun. Namun, grup musik itu buyar setelah Anang pindah menjadi kepala SMPN 2 Manyar pada 2015. ’’Seharusnya bisa tetap eksis,’’ ujar alumnus Jurusan Matematika IKIP Surabaya (sekarang Unesa) tersebut.

Di SMPN 1 Dukun, Anang masih sempat merintis berdirinya sekolah model seni budaya dan olahraga. Itulah kelebihan lain Anang. Selain musik, bapak dua anak tersebut merupakan seorang atlet. Sejak muda, dia menjadi pemain klub Persada FC. Yakni, klub internal Persegres. Berikutnya, Anang menjabat manajer klub tersebut sampai akhirnya menjadi pembina. Persada FC turut menyumbang pemain profesional yang akhirnya masuk skuad Persegres Gresik.

Jadi, nama Anang Fauzi benar-benar populer di Panceng. Yang suka olahraga memanggilnya pelatih atau manajer. Yang suka musik mengenalnya sebagai artis. Yang kenal di sekolah memanggilnya Pak Guru atau Pak Kasek. Pendidikan, seni, dan olahraga menjadi napas hidup Anang. (*/c14/roz)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia