Selasa, 30 May 2017
PEMENANG READERS CHOICE
Pendidikan

Tak Pernah 10 Besar, Rizki Malah Ukir Prestasi di Luar Negeri

Jumat, 19 May 2017 22:55 | editor : Dwi Shintia

PRESTASI: Rizki bersama orang tua asuhnya di AS.

PRESTASI: Rizki bersama orang tua asuhnya di AS. (Muhammad Rizki for JawaPos.com)

JawaPos.com - Muhammad Rizki memang masih muda. Dia masih mengenyam bangku kuliah semester akhir jurusan Hukum di Universitas Gadjah Mada. Namun pengalamannya terbilang cukup banyak. Rizki kerap menjadi wakil Indonesia di ajang-ajang bergengsi.

Misalnya pertukaran pelajar AFS-YES Intercultural Exchange Program, di Kennewick, Washington, USA 2010-2011, Awardee dalam Asia Institute Political Economy Summer School Program di University of Hong Kong pada Juli 2014, dan banyak lainnya.

Uniknya, padahal di bangku sekolah dirinya tergolong murid yang biasa-biasa saja. ’’Saya tak pernah mendapatkan peringkat sepuluh besar selayaknya di bangku SD dahulu. Mungkin karena saat kelas 4 SD ayah saya meninggal, sejak itu tidak ada yang mengawasi saya dengan disiplin untuk sekolah,’’ paparnya.

Sekolah pun hanya menjadi tempat membosankan baginya. Belum lagi saya kerap dia kerap menjadi korban bully oleh teman-temannya. ’’Saya pun melampiaskannya dengan sering pulang larut malam, bermain game online di warung internet atau play station seakan hidup saya tak ada aturan,’’ imbuhnya.

Akan tetapi, tak tahu mengapa pola hidup Rizki berubah 180 derajat, setelah dia dinyatakan terpilih mewakili Indonesia dalam program pertukaran pelajar selama satu tahun di negeri Amerika. Menurutnya, ini adalah suatu prestasi yang tak pernah Rizki duga sebelumnya. Sebuah pencapaian di usianya yang bahkan belum mencapai 17 tahun. Orang tua dan keluarganya pun begitu bangga.

Ternyata terlepas dari kenakalan yang saya kerap Rizki perbuat sejak kehilangan sang ayah, dia masih mampu membahagiakan keluarga. Setahun mengarungi lautan di negeri seberang, sebagai duta muda Indonesia, Rizki berusaha sebaik mungkin dapat merepresentasikan Indonesia. Baik itu dengan mempromosikan, atau mengenalkan budaya Indonesia. Selain itu, juga mengajarkan mereka sedikit silat Minangkabau sebagai seni beladiri khas Indonesia.

Selama setahun berada disana, dia menorehkan beberapa prestasi, seperti United Honor Roll Studentskarena GPA (IPK) Rizki selama bersekolah disana mencapai 4.0, terpilih menjadi Junior Most Improved Player di olahraga tenis, Scholar athlete atau atlet yang berprestasi, mendapatkan beasiswa untuk mengikuti konferensi di Walt Disney World, Florida, dan mendapatkan medali perunggu dan ucapan selamat dan surat dari US President, Barack Obama untuk pencapaian volunteer hours Rizki, ’’Intinya, meski tidak pernah ranking di sekolah, jangan putus semangat. Ranking bukan indikator kesuksesan, masih banyak jalan yang bisa kamu coba,’’ paparnya. (ina)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia