Jumat, 21 Jul 2017
JPG Today

Karangan Dihantui Isu Penculikan, Warga Tak Berani Keluar Rumah

Jumat, 19 May 2017 21:56 | editor : Fadhil Al Birra

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok JawaPos.com)

JawaPos.com - Warga di Kecamatan Karangan, Kutim, Kaltim, digegerkan dengan isu penculikan anak untuk diambil organ tubuhnya. Sejak sebulan terakhir warga jadi takut keluar rumah, khususnya pada malam hari. Bahkan jam malam pun sempat diberlakukan untuk menangkal aksi penculikan tersebut. Terutama bagi warga pendatang dan tidak dikenal.

Ase (34) warga Desa Muara Bulan mengatakan, sudah sebulan terakhir isu tentang penculikan tersebut berkembang di masyarakat. Meski belum diketahui pasti kebenarannya, namun warga tetap dibuat takut akan aksi tersebut.

"Katanya ada di daerah Kaubun yang tertangkap satu pelakunya. Tapi, saya belum tahu juga betul apa tidaknya. Yang jelas, sejak ada isu itu banyak warga yang tak berani keluar rumah. Bahkan sampai ke masjid sekalipun," ucap Ase saat ditemui media baru-baru ini.

Sementara itu, Nasiah (28) mengaku juga khawatir dengan isu penculikan tersebut. Bahkan kini dirinya selalu pergi mendampingi anaknya saat berada di luar rumah, baik hendak ke sekolah maupun kegiatan lainnya.

"Isunya beredar dari mulut ke mulut mas. Tidak tahu sumbernya dari mana. Yang jelas cukup meresahkan juga. Sampai-sampai warga disini buat jaga malam. Kalau ada orang yang tidak dikenal langsung ditanya tujuannya ke sini, ada keluarga atau tidak. Begitu mas," ujarnya.

Lain halnya dengan Masse (47). Meski sudah mendengar isu tentang penculikan tersebut, namun dirinya tidak lantas percaya. Justru, dirinya curiga isu tersebut sengaja disebar pelaku kejahatan untuk membuat warga resah dan takut keluar rumah. Terlebih di daerahnya banyak terdapat sarang burung walet yang selalu siap dipanen. "Saya curiganya seperti itu. Makanya saya tetap keluar rumah seperti biasa, meski ada isu itu," katanya.

Hal senada juga diakui Mahmudi (45). Bahkan katanya, sempat beredar kabar bahwa satu pelaku penculikan sempat ditangkap dan dihakimi warga di Kecamatan Kaubun. Namun setelah dikroscek kebenarannya, isu itu tidak benar. Justru pelaku yang ditangkap hendak mencuri sarang walet milik warga.

"Jadi pencuri itu pintar. Mereka sepertinya bagi tugas. Satu yang dikorbankan ketangkap warga, sedangkan lainnya saat suasana gaduh berhasil membobol sarang walet lainnya," sebut Mahmudi. (aj/fab/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia