Selasa, 30 May 2017
PEMENANG READERS CHOICE
Internasional

Untuk Kali Pertama Sejak 1817, Kaisar Jepang Diizinkan Melepaskan Jabatannya

Jumat, 19 May 2017 21:08 | editor : Dwi Shintia

DICINTAI RAKYAT JEPANG: Kaisar Akihito.

DICINTAI RAKYAT JEPANG: Kaisar Akihito. (AFP)

JawaPos.com – Pemerintah Jepang sudah menyetujui undang-undang, yang bila dilaksanakan, akan memberikan izin kepada Kaisar Akihito untuk melepaskan jabatannya sebagai kaisar.

Tahun lalu, Kaisar berusia 83 tahun itu mengatakan kalau usia dan kondisi kesehatannya membuatnya tidak mampu menjalankan tugas resmi kekaisaran. Saat ini, undang-undang tersebut sudah masuk parlemen dan sepertinya akan disetujui.

Bila disetujui parlemen juga, maka ini adalah kali pertama kaisar Jepang mundur dari jabatannya sejak Kaisar Kokaku pada 1817. ”Kami berharap undang-undang tersebut bisa disetujui,” kata kepala sekretaris kabinet Yoshihide Suga kepada wartawan pada Jumat (19/5).

Akihito, yang sudah melakukan operasi jantung dan menjalani perawatan kanker prostat, sudah menjadi kaisar sejak kematian ayahnya Hirohito pada 1989. Rakyat Jepang mencintai dan menghormatinya.

Lewat pernyataan resmi yang amat sangat jarang terjadi pada Agustus tahun lalu, Akihito mengaku mengalami penurunan fisik. ”Ini berpengaruh pada tugas-tugas saya sebagai Kaisar di kemudian hari,” katanya.

Secara konstitusional, kaisar memang tidak diperkenankan melayangkan komentar politik, jadi dia tidak bisa secara langsung menyebutkan kalau dia ingin turun dari jabatannya. Bila disetujui parlemen, maka Putra Mahkota Naruhito akan langsung menjadi kaisar.

Perempuan tidak diizinkan menjadi kaisar, pun demikian dengan Putri Aiko, anak Putra Mahkota Naruhito, tidak bisa menggantikan ayahnya. Debat mengenai apakah mungkin perempuan menjadi kaisar muncul pada 2006. Saat itu, Akihito belum memiliki cucu laki-laki. Tetapi, debat tersebut kemudian dihentikan setelah ada keturunan laki-laki dari anak kedua Akihito. (bbc/tia)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia