Jumat, 21 Jul 2017
Ekonomi

Bangun Pembangkit Energi Baru Terbarukan, PLN Tambah Pasokan 283 MW

Jumat, 19 May 2017 19:22 | editor : Mochamad Nur

Ilustrasi

Ilustrasi (Pixabay.com)

JawaPos.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)  menandatangani 37 perjanjian kerja sama dan dua  Power Purchase Agreement (PPA) atau kontrak jual beli listrik dengan pengembang Energi Baru Terbarukan (EBT). Kerja sama ini akan menghasilkan listrik sebesar 283 Megawatt. 

Di antaranya, PLTM 150 Megawatt, PLT Biomass 55 Megawatt, PLT Biogas 71 Megawatt, dan PLTS 7 Megawatt. Penandatanganan ini dilakukan di Kantor PLN Pusat, Jumat (19/5). Ditargetkan seluruh pembangkit energi baru terbarukan tersebut akan selesai dalam kurun waktu 18-24 bulan. 

"Penandatanganan ini merupakan salah satu upaya untuk mempercepat rasio elektrifikasi dengan menyediakan listrik ke desa-desa yang belum berlistrik serta mengejar target pemanfaatan energi baru terbarukan untuk pembangkit listrik," tegas Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN, Amir Rosidin. 

Amir mengungkapkan, dengan terbitnya Permen ESDM Nomor 12 tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Baru Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik dan Kepmen ESDM Nomor 1404 tahun 2017 tentang Besaran Biaya Pokok Produksi (BPP) PLN, merupakan momentum yang tepat bagi PLN. Sebab selain untuk memasok listrik di nusantara dengan energi baru dan terbarukan, juga dapat menurunkan Biaya Pokol Penyediaan (BPP).

"Permen ESDM Nomor 12 tahun 2017 disambut baik oleh para pengembang, hal ini bisa terlihat dari banyaknya pengembang yang terlibat dalam penandatanganan MoU hari ini," ujar Amir. 

Saat ini pembangkit energi baru terbarukan di regional Sumatera sudah mencapai 1506 MW atau 18 persen dari total kapasitas pembangkit terpasang. Diharapkan pada tahun 2025 nanti prosentase pemanfaatan energi baru terbarukan bisa mencapai target 23 persen. (cr1/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia