Selasa, 30 May 2017
PEMENANG READERS CHOICE
Internasional

Penyelidikan Kasus Pemerkosaan Founder Wikileaks Dicabut, Ini Efeknya

Jumat, 19 May 2017 18:36 | editor : Dwi Shintia

TUNTUTAN: Julian Assange.

TUNTUTAN: Julian Assange. (Reuters)

JawaPos.com – Penyelidikan kasus perkosaan yang dilakukan founder Wikileaks, Julian Assange dihentikan oleh kepala jaksa penuntut umum, Marianne Ny. Berdasar putusan itu Marianne Ny kemudian melayangkan permohonan kepada Pengadilan Distrik Stockholm untuk mencabut perintah penahanan Assange yang sudah berlangsung selama tujuh tahun.

Assange, 45, saat ini tinggal di Kedutaan Ekuador di Inggris sejak 2012 demi menghindari ekstradisi. Dia takut akan diekstradisi ke Amerika Serikat jika dikirim ke Swedia. Bila dikirim ke AS, Assange berisiko menghadapi tuntutan pengadilan karena membocorkan ribuan rahasia militer AS dan dokumen diplomatik.

Namun Metropolitan Police Service (MPS) di London, Inggris, mengatakan masih memiliki kewajiban untuk menahan Assange. Alasannya, Assange tidak memenuhi perintah penahanan dan meninggalkan kedutaan Ekuador.

Dalam jumpa pers, Jumat (19/5), Ny mengatakan bila Assange tetap berada di London, dia akan menghindari Surat Perintah Penahanan Eropa (EAW) yang akan mengekstradisinya ke Swedia. ”Berdasar penilaian saya, transfer (ekstradisi Assange, Red) tidak bisa dilaksanakan dalam waktu singkat,” ujar Ny.

Dengan kenyataan itu, tanpa adanya kehadiran Assange di pengadilan Swedia, maka tidak ada gunanya penyelidikan dilakukan. ”Bila dia ke Swedia sebelum kasus ini kadarluasa pada 2020, maka penyelidikan awal bisa dilanjutkan kembali,” ujarnya. ”Sangat disayangkan kami tidak bisa melanjutkan penyelidikan ini.”

Tuduhan pemerkosaan dilayangkan setelah Assange melakukan konfrensi Wikileaks di Stockholm pada 2012. Tetapi Assange menyangkalnya. Pengacara Assange di Swedia, Per Samuelson, menyebutkan kalau keputusan itu menggambarkan kemenangan bagi kliennya. (BBC/CNN/theguardian/tia)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia