Jumat, 21 Jul 2017
Ekonomi

Tekan Biaya Logistik, BKPM Permudah Izin Investor Asal Jepang

Jumat, 19 May 2017 17:32 | editor : Mochamad Nur

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memfasilitasi para investor di bidang logistik asal negeri Sakura. Kantor Perwakilan BKPM di Tokyo, Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Jepang memfasilitasi perusahaan yang bergerak di bidang logistik yakni PT Nittsu Lemo Indonesia Logistik, anak perusahaan dari Nippon Express. 

Perusahaan tersebut mendapatkan izin pusat logistik berikat hasil kerja sama antara Direktorat Bea Cukai, Kementerian Keuangan serta IIPC Tokyo dan Atase Keuangan KBRI Tokyo. Pejabat Promosi Investasi IIPC Tokyo Saribua Siahaan menjelaskan IIPC Tokyo juga sedang dalam upaya untuk memfasilitasi dua perusahaan logistik lainnya dari Jepang untuk mendapatkan izin pusat logistik berikat.

 “Anak perusahaan Nippon Express aktif difasilitasi oleh Bea Cukai di Indonesia serta  IIPC Tokyo dan Atase Keuangan KBRI Tokyo di Jepang sejak akhir tahun lalu hingga April 2017 melalui forum business meeting dengan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (19/5).

Menurut Saribua, Pusat Logistik Berikat merupakan salah satu terobosan kebijakan Pemerintah bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi II yang bertujuan menekan biaya logistik. Upaya ini juga mendorong efisiensi kinerja perdagangan nasional. 

“Dengan banyaknya perusahaan Jepang di bidang logistik yang masuk ke Indonesia, diharapkan dapat mendorong efisiensi serta meningkatkan kemampuan logistik untuk melayani investor asing maupun perusahaan nasional,” lanjutnya.

Sementara Kepala BKPM Thomas Lembong merespons positif diperolehnya berbagai izin pusat logistik berikat oleh investor Jepang tersebut. “Pusat Logistik Berikat itu selain mempercepat urusan investor dalam mengatur keluar masuk barangnya juga akan memberikan bukti terhadap berbagai terobosan kebijakan oleh pemerintah,” papar Thomas.

Jepang merupakan salah satu kontributor utama dari capaian realisasi investasi Indonesia. Dari data BKPM, pada triwulan pertama 2017, Jepang menduduki peringkat kedua dengan nilai investasi mencapai USD 1,4 miliar atau setara dengan 19,2% dari total investasi yang masuk ke Indonesia. 

Posisi Jepang di bawah Singapura yang investasinya mencapai USD 2,1 miliar (28,2 persen), di atas RRT sebesar USD 600 juta (8,2 persen), Amerika Serikat USD 587 juta (8,2 persen), dan Korea Selatan USD 423 juta (5,8 persen). (cr1/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia