Senin, 29 May 2017
PEMENANG READERS CHOICE
Hukum

Ini 3 Taruna yang Tewas di Tangan Para Senior

Jumat, 19 May 2017 16:16 | editor : Yusuf Asyari

Ilustrasi

Ilustrasi (Andrean Kristianto/Jawa Pos)

JawaPos.com - Tindakan kekerasan yang dilakukan taruna senior terhadap junior terus terulang. Bahkan, berujung pada hilannya nyawa taruna junior. Meski pngawasan dan penanaman nilai-nilai dilakukan, tetap masih ada praktik perpeloncoan antara senior terhadap juniornya.

JawaPos.com mencatat sejumlah kejadian penganiayaan yang dilakukan senior terhadap seniornya:

Pertama, pada 11 Januari 2017, Amirulloh Adityas Putra taruna tingkat satu di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) , Cilincing, Jakarta Utara harus tewas di tangan seniornya.

Amirulloh dianiaya secara fisik oleh empat seniornya taruna tingkat dua STIP, yakni Willy Hasiholan , Akbar Ramadhan, Sisko Mataheru, dan Iswanto. Amirulloh diketahui dipukul oleh empat seniornya tersebut di bagian dada, perut dan ulu hati sehingga mengakibatkan nyawanya tidak tertolong.

Kedua, 31 Maret 2017, Kresna Wahyu Nur Ahmad, siswa Taruna Nusantara, Magelang ditemukan tewas di kamar B2 Barak G17. Dia ditemukan dalam keadaan tewas dengan luka bekas tusukan di bagian lehernya.

Diketahui motif pembunuhan itu, karena pelaku berinisial AMR kesal beberapa kali dipergoki oleh korban saat mencuri barang-barang milik siswa lain.

Selain masalah itu, AMR juga ‎kesal karena saat korban meminjam ponsel pelaku. Korban tidak bertanggung jawab. Kronologisnya pada saat korban asik memainkan ponsel tiba-tiba pihak sekolah melihat dan melakukan penyitaan.

Kemudian pelaku meminta korban mengambil ponsel tersebut. Namuk korban menolaknya. Setelah itu sekira pukul 03.30 WIB pelaku kesal dan membuhun korban dengan pisau. Pisau itu juga diketahui dibeli pelaku di sebuah supermarket sehari sebelum eksekusi.

Ketiga, 18 Mei 2017, seorang taruna Akademi Kepolisian (Akpol) tingkat II Semarang, Jawa Tengah bernama Brigadir Dua Taruna (Brigadatar) Mohammad Adam juga tewas. Dia diduga dianiaya oleh seniornya.

Pihak kepolisian mengatakan, hasil autopsi yang dilakukan terdapat luka lebab di bagian dada dan jari korban. Dia meninggal akibat paru-parunya tidak berfungsi dengan baik akibat adanya hantaman.

Kronogis kejadian, sekira pukul 21.00 WIB taruna tingkat II dan III melaksanakan apel malam. Sekira pukul 00.30 Adam bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam Korps Himpunanan Indonesia Timur (HIT) berjumlah 22 orang menghadap seniornya.

Menghadapnya taruna junior ke senior itu dilakukan, karena senior melihat adanya kesalahan yang dilakukan juniornya. Akibatnya dugaan sementara taruna senior melakukan pemukulan di bagian dada terhadap juniornya.

Adam yang ikut terkena pukulan dalam penganiayaan tersebut akhirnya pingsan yang kemudian dinyatakan tewas sekira pukul 02.30 WIB setelah sampai RS Akpol. (cr2/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia