Jumat, 21 Jul 2017
Hukum & Kriminal

Taruna Pembunuh Mohammad Adam Harus Dipecat, Walaupun Anak Jenderal

Jumat, 19 May 2017 13:12 | editor : Ilham Safutra

Ilustrasi (Cecep Mulyana/Batam Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pelaku penganiayaan terhadap Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Mohammad Adam, harus dipecat dari ketarunaan Akademi Kepolisian (Akpol).

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta, kepada institusi Polri atapun Gubernur Akpol memberikan tindakan tegas terhadap orang yang bertanggung jawab atas meninggalnya Adam. Pelakunya harus segera ditahan dan dipecat dari taruna Akpol meskipun adalah anak seorang jenderal.

"Kasus ini menyisakan misteri panjang dan sekaligus menunjukkan bahwa kekerasan masih menjadi bagian terselubung dalam sistem pendidikan di kepolisian," ujar Neta dalam keterangan terulis yang diterima JawaPos.com, Jumat (19/5).

Kasus kematian Adam bagaikan gunung es. Kekerasan masih cukup kental bercokol di sistem pendidikan kepolisian. Selama ini IPW kerap mendapat laporan tentang adanya taruna yang melarikan diri atau kasus dugaan pelecehan seks. Namun setiap kali dipersoalkan IPW, pejabat berwenang selalu membantahnya.

Sementara korban dan keluarga korban selalu tutup mulut karena khawatir dikeluarkan dari Akpol, jika buka mulut. Bahkan ada taruna yang sudah tidak kuat untuk menjalani pendidikan di Akpol, keluarganya tetap memaksa bertahan.  "Memang jumlah kasus kasus seperti itu tidak signifikan jumlahnya tapi tetap mengganggu profesionalisme pendidikan di Akpol," katanya.

Dengan adanya kasus kematian Adam sudah saatnya Polri dan Akpol membuka diri dan membuka secara transparan apa sesungguhnya yang terjadi di lingkungan Akpol.

Para mantan Gubernur Akpol juga harus mau bicara jujur ke internal Polri tentang apa yang pernah terjadi di lingkungan Akpol, terutama yang menyangkut sikap prilaku para taruna, terutama lagi yang menyangkut sebagian anak anak jenderal.

"Sehingga bisa dilakukan pembenahan dan kasus kekerasan, seperti yang menyebabkan tewasnya Mohammad Adam tidak terulang lagi," tegasnya.

Tewasnya Adam tentu akan berdampak pada sistem pendidikan Polri yang anti kekerasan, dengan tujuan melahirkan polisi sipil, modern, profesional, proporsional dan tidak represif. Sebab itu semua yang terlibat dalam kasus kematian Adam harus diusut tuntas secara transparan dan segera dipecat dari Akpol. "Meskipun yang bersangkutan adalah anak seorang jenderal maupun petinggi kepolisian," tegasnya.

Polda Jateng sendiri sudah memeriksa 21 orang dalam kasus ini. Hukum harus ditegakkan dan pola pembinaan di Akpol perlu dikontrol dengan ketat dan anak anak jenderal jangan diberi keistimewaan. Bahkan yang bermasalah harus segera dipecat.

Tujuannya tutur Neta, agar pendidikan di Akpol benar-benar tanpa kekerasan, tanpa pelecehan dan benar benar menghargai hak asasi manusia. Sehingga Akpol bisa melahirkan kader kader polisi sipil, modern, profesional dan anti kekerasan. ‎(cr2/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia