Jumat, 21 Jul 2017
All Sports

Wapres JK Ingin Asian Games seperti Olimpiade

Laporan Anggit Satrio dari London

Jumat, 19 May 2017 11:40 | editor : Miftakhul F.S

STUDI BANDING: Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla saat mengunjungi Queen Elizabeth Olympic Park, London.

STUDI BANDING: Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla saat mengunjungi Queen Elizabeth Olympic Park, London. (Anggit Satrio/Jawa Pos)

JawaPos.com- Wakil Presiden Jusuf Kalla mengawali kunjungan kerjanya ke Inggris dengan mendatangi Queen Elizabeth Olympic Park Rabu (17/5). JK mempelajari kehebatan London saat menjadi tuan rumah penyelenggaraan Olimpiade 2012. Pelajaran dari London itu akan diterapkan saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games tahun depan.

”Dari segi atlet yang berlomba, Olimpiade dan Asian Games itu mirip. Sekitar 10 ribu,” kata JK di Olympic Stadium.

JK beserta rombongan mendapatkan pemaparan bagaimana membuat kompleks olahraga terintegrasi dari David Goldstone, chief executive London Legacy Development Corporation. ”Queen Elizabeth Olympic Park dibangun dengan perencanaan jangka panjang. Hingga 2031,” jelasnya.

Queen Elizabeth Olympic Park dibangun di atas tanah seluas 202 hektare. Mirip dengan kompleks Gelora Bung Karno, ada beragam fasilitas olahraga. Jarak antara satu venue dan venue yang lain berdekatan. Hal tersebut tentu tidak menyulitkan mobilitas atlet yang akan bertanding.

Di sekeliling kompleks tersebut juga dibangun kawasan hunian. Dahulu digunakan sebagai athlete village. Setelah Olimpiade, hunian tersebut dijual kepada publik. Lebih dari 40 ribu warga tinggal di sana.

Keberadaan Queen Elizabeth Olympic Park mampu mendongkrak perkembangan kawasan timur London. Sebagaimana diketahui, kawasan timur London lebih terbelakang bila dibandingkan dengan barat. Kini di kanan kiri Olympic Park muncul pusat bisnis. Mal bertebaran di mana-mana. ”Ini meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi,” papar Goldstone.

Setelah Olimpiade berakhir, Queen Elizabeth Olympic Park tidak didiamkan begitu saja. Untuk merawatnya, pengelola mengeluarkan anggaran 68 juta pound sterling (sekitar Rp 1,16 triliun). Tak heran, kawasan tersebut tetap hidup. Bahkan, stadion sepak bolanya yang modern kini dikontrak West Ham United dalam jangka waktu yang panjang.

JK mengungkapkan bahwa pelaksanaan Asian Games kian dekat. Karena itu, persiapan harus dikebut. Baik venue di Palembang maupun Jakarta. ”Banyak yang bisa kita lakukan,” kata JK.

Dia menyatakan, untuk Asian Games, Indonesia tidak membangun dari nol. ”Kita sudah punya separonya. Nah, ini bagaimana,” katanya.

Dalam kesempatan kemarin, JK memantau kehebatan kawasan olahraga terintegrasi itu. Di Olympic Stadium, JK menyempatkan diri menyaksikan pemasangan kursi di tribun. Serbacanggih dan tidak melibatkan banyak pekerja.

JK juga menyaksikan aquatic center yang dibangun tidak jauh dari Olympic Stadium. Kolam renang indoor tersebut saat Olimpiade bisa menampung 15 ribu penonton. Berhubung pesta olahraga terbesar sejagat itu rampung, kapasitas penonton dikurangi tinggal 2.500 orang saja. Meski begitu, tidak banyak konstruksi yang diubah. Sebab, sejak awal konstruksi dibuat knockdown.

Olimpiade London 2012 dikenal sebagai Olimpiade paling keren sepanjang masa. Termasuk bagaimana venue-venue peninggalan benar-benar bisa dimanfaatkan. Akan sangat hebat bila Indonesia bisa mencontohnya saat menyelenggarakan Asian Games tahun depan. (git/c10/ang)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia