Senin, 29 May 2017
PEMENANG READERS CHOICE
Makro

Dorong Industri Peternakan Domestik

Kamis, 18 May 2017 19:35 | editor : Dwi Shintia

AKSELERASI: Pengunjung di Indo Livestock 2017 Expo & Forum di Surabaya kemarin.

AKSELERASI: Pengunjung di Indo Livestock 2017 Expo & Forum di Surabaya kemarin. (FRIZAL/JAWA POS)

JawaPos.com - Suplai produk peternakan domestik selama ini masih belum bisa memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Salah satu upaya untuk mendorong industri peternakan melalui kegiatan pameran dengan melibatkan peternak hingga pengusaha industri peternakan.

Presiden Federasi Masyarakat Perunggasan Indonesia Don P. Utoyo menyatakan, program untuk mendukung sektor tersebut terus bergulir. ’’Mudah-mudahan semua program yang dicanangkan bisa terkoordinasikan dengan baik,’’ katanya di sela pembukaan pameran Indolivestock di Grand City Convex kemarin (17/5).

Dia mencontohkan permintaan daging sapi oleh masyarakat yang tinggi. Namun, suplainya belum mampu memenuhi kebutuhan karena penanganan yang belum maksimal. ’’Jadi, ini harus terus didorong,’’ tuturnya. Begitu pula dengan daging ayam yang beberapa waktu lalu membuat peternak menjerit karena produksi yang berlebihan. Akibatnya, harganya turun.

’’Nah, itu semestinya bisa ditata,’’ lanjut Don. Komoditas lain seperti susu juga mengalami kekurangan. Tidak sedikit industri pengolahan susu dalam negeri yang mendatangkan bahan baku dari negara produsen seperti Australia. Menurut dia, solusi dari persoalan tersebut harus menjadi prioritas untuk mengembangkan kemajuan sektor peternakan di Indonesia.

Sementara itu, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Ketut Diarmita mengatakan, upaya untuk mendorong sektor peternakan tidak bisa dipisahkan dari animo investasi di sektor tersebut. ’’Data badan koordinasi penanaman modal menunjukkan bahwa investasi di sektor peternakan masih kecil,’’ katanya.

Sepanjang 2016 penanaman modal dalam negeri di sektor peternakan sekitar Rp 465,5 miliar yang terbagi dalam 90 proyek. Pada 2016, dari total realisasi investasi, kontribusi sektor peternakan masih kecil. Yakni, masih 0,1 persen. ’’Karena itu, ini harus perlu didorong sehingga sektor peternakan bisa terus berkembang,’’ paparnya.

Pameran tersebut diikuti sekitar 300 perusahaan yang bergerak di bidang peternakan dan perikanan, baik dalam negeri maupun internasional. Project Direktur PT Napindo Media Ashatama Agung Wicaksono menuturkan, pameran tersebut jadi ajang temu bisnis para pengusaha industri peternakan, kalangan ahli kesehatan hewan, peternak, hingga distributor. ’’Ada enam paviliun dari berbagai negara. Selain Indonesia, ada Eropa dan Amerika, Korea Selatan, Taiwan, Tiongkok, serta Turki,’’ tuturnya. (res/c15/sof)

Rekomendasi Untuk Anda

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia