Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Mei 2017 | 09.55 WIB

Oknum Guru jadi Calo CPNS, Korbannya Capai 410 Orang

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Seorang oknum guru SMAN 1 Wonomulyo, Polman, Muhammad Tang harus berurusan dengan pihak Polda Sulawesi Barat. Dia diduga menjadi koordinator penipuan berkedok sebagai calo PNS (Pegawai Negeri Sipil)di wilayah Sulselbar.

Dilansir dari Fajar (Jawa Pos Group), tidak tanggung-tanggung jumlah korbannya mencapai 410 orang yang terdiri 187 orang di Sulbar dan 223 orang di Sulsel. Dia meninggalkan kediamannya sejak November 2015 lalu. Hingga akhirnya diciduk di Hotel Dariza Jaya, Pulogadung Jakarta, Jumat (12/5)lalu.

Dir Reskrimum Polda Sulbar, Kombespol Hery Wijayanto menceritakan, kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang merasa tertipu oleh pelaku. Dimana mereka telah menyerahkan uang Rp20 juta sampai Rp100 juta, namun hingga kini tidak terangkat menjadi ASN.

"Saya mengirimkan dua orang polisi untuk menangkap pelaku," kata Kombespol Hery Wijayanto, Senin, 15 Mei. Mantan Kabid Humas Polda Bali ini mengatakan jaringan komplotan ini telah beraksi sejak tahun 2013. Hasil penyidikan sementara, komplotan ini memiliki jaringan nasional dipimpin YL, yang masih borun.

Salah seorang korban, Jamaluddin menuturkan dia telah menyetorkan uang kepada pelaku sebesar Rp25 juta sebagai uang muka. Sisanya akan diserahkan setelah terangkat menjadi ASN. Namun karena tidak kunjung terangkat dia pergi merantau ke Kalimantan.

"Saya dulu guru honorer di SDN Sese. Kesalahan saya pada waktu penyerahan uang tersebut adalah tidak adanya penjanjian karena terlalu percaya pada orang tersebut," bebernya. Dia berharap kasus ini segera diungkap dan uangnya dikembalikan pelaku.

Kepala SMA Negeri 1 Wonomulyo, Abdul Kadir membenarkan tersangka MT adalah tenaga pengajar di sekolahnya. Namun tersangka telah meninggalkan tugasnya sebagai guru Ekonomi sejak November 2015 lalu. Pihaknya telah melaporkan kasus ini pada Dinas Pendidikan Polman, sehingga gajinya dibekukan.

"Dia masih terdaftar sebagai PNS, namun dibekukan, itu yang saya tahu. Tapi itu waktu SMA masih di tangan kabupaten, sekarang sudah jadi kewenagan Provinsi, jadi belum ada informasi terbaru saya dapat," ucapnya. (fjr/sad/JPG)

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore