
Liazul Kholifah
JawaPos.com - Masalah perlindungan perempuan dan anak dianggap masih banyak memiliki pekerjaan rumah. Sistem yang belum berpihak pada perempuan dan anak ini, membuat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melatih kader-kadernya sebagai agen perubahan untuk memperjuangkan isu ini.
Hal itu tertuang dalam Kongres XIX di Palu pada 15-19 Mei 2017. Kongres bertema “Meneguhkan Konsensus Bernegara Untuk Indonesia Berkeadaban” ini diikuti oleh kurang lebih 1200 orang yang terdiri dari peserta dan peninjau. Sejak organisasi ini didirikan pada 17 April 1960, anggota PMII memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap permasalahan perempuan dan anak. Pada pelaksanaan Kongres XIX, PMII juga meluncurkan lima buku berkaitan dengan materi kaderisasi baik formal maupun kaderisasi non formal.
“Buku-buku tersebut diharapkan menjadi pegangan kader dalam melakukan kaderisasi di cabang-cabang. Agar anggota memiliki sensitivitas terhadap permasalahan umat di masyarakat termasuk isu anak dan perempuan,” ujar Kandidat Ketua Umum Pengurus Besar PMII Putri, Liazul Kholifah, dalam keterangan tertulis, Selasa (16/5).
Menurut Lia, permasalahan perempuan dan anak kian kompleks. Globalisasi dan modernisasi telah membawa perubahan yang sangat cepat dan berpengaruh pada kehidupan perempuan dan anak.
“Sebagai bagian dari elemen gerakan perempuan, kami gencar berkampanye soal isu-isu berkaitan dengan masalah perempuan dan anak. Secara organisasi kader, kami berharap organisasi ini dapat berfungsi menjadi laboratorium solusi," paparnya.
Lia menjelaskan masalah-masalah perempuan yang membutuhkan respon cepat antara lain kekerasan seksual, kekerasan anak, nikah anak, masalah buruh, advokasi petani dan lain sebagainya. Karena itu untuk terjun dalam masalah ini diperlukan kader-kader yang langsung mengetahui masalah.
“Setiap hari kader berinteraksi dan komunikasi dengan kader lain yang berbeda pemikiran maka terjadilah transformasi gagasan," tutup Mahasiswa Pascasarjana Universitas Indonesia Fakultas Kesehatan Masyarakat ini. (cr1/JPG)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
