Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Mei 2017 | 03.44 WIB

Dua Pengendara Terindikasi Pakai Narkoba

CEK KELENGKAPAN: Polisi memeriksa surat-surat kelengkapan berkendara seorang pengendara mobil di Jalan Rajawali. - Image

CEK KELENGKAPAN: Polisi memeriksa surat-surat kelengkapan berkendara seorang pengendara mobil di Jalan Rajawali.



JawaPos.com – Operasi Patuh Semeru 2017 di metropolis berlanjut. Senin (15/5) Satlantas Polrestabes Surabaya menggelar razia di Jalan Rajawali. Setiap kendaraan yang melintas tidak luput dari pemeriksaan.


Dalam razia kali ini, polisi melibatkan personel dari Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya, TNI, dan Pemkot Surabaya. Sasarannya adalah pengguna jalan yang terindikasi mengonsumsi minuman keras (miras) dan narkotika. Para pengendara diminta menjalani tes kesehatan dan tes urine di jalur pedestrian bagian selatan.


”Hari ini (kemarin, Red) memang kami fokuskan untuk mengecek kendaraan dan pengendaranya,” ujar KBO Satlantas Polrestabes Surabaya AKP Warih Hutomo yang memimpin operasi.


Operasi berlangsung pukul 09.40–11.15. Hasilnya, tim gabungan berhasil menjaring 202 kendaraan yang tidak dilengkapi surat-surat. Pengendaranya juga tidak memenuhi standar keselamatan berlalu lintas. ”Selama operasi, surat tilang didominasi kendaraan roda dua. Sehari bisa ada 1.600 surat tilang,” ujarnya.


Petugas juga memilih sejumlah pengendara secara acak untuk menjalani tes kesehatan dan tes urine. Rata-rata yang diperiksa adalah pengendara mobil pribadi, sopir angkutan umum dan angkutan muatan, serta pengendara sepeda motor.


Para pengendara itu diminta mengisi formulir pemeriksaan. Petugas memeriksa beberapa indikator kesehatan seperti berat badan, lingkar pinggang, tensi, dan kadar gula darah. Para pengendara lantas mengantre untuk mengambil giliran tes urine. Tiga toilet dan empat tenda disediakan untuk pemeriksaan tersebut.


Dua di antara 44 pengendara yang diperiksa terindikasi positif menggunakan narkoba. Mereka adalah Arif Afianto dan Achmad Rohim. Arif merupakan sopir pikap ekspedisi yang tengah membawa sembako dari Jawa Barat. Sementara itu, Rohim yang naik mobil dari Lamongan hendak berlibur bersama istri dan dua anaknya.


Arif dan Rohim diduga menggunakan sabu-sabu. Keduanya lantas dibawa ke mobil BNNK Surabaya. Petugas juga mengecek handphone mereka. Arif tak bisa mengelak saat petugas menemukan bukti pemesanan dan pembelian sabu-sabu di handphone-nya.


Kasi Pengawasan dan Penertiban Dishub Kota Surabaya Trio Wahyu Bowo mengimbau para pengendara agar tidak mengonsumsi miras dan narkoba karena bisa membahayakan pengguna jalan yang lain. Dia menyatakan, pelaksanaan operasi pada Senin juga berkaitan dengan pertimbangan batas kandungan usia urine. ”Kan kadang para pengguna make sewaktu pesta pas weekend,” ucapnya. (mir/c18/fal)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore