Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Mei 2017 | 17.11 WIB

Pecah Kaca Mobil, Uang Rp 138,5 Juta Raib

CARI BUKTI: Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara di mobil Toyota Corolla yang kacanya dipecah dalam kasus curat di Kertosono, Senin (15/5). Akibat kejadian itu korban menderita kerugian Rp 138,5 juta. - Image

CARI BUKTI: Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara di mobil Toyota Corolla yang kacanya dipecah dalam kasus curat di Kertosono, Senin (15/5). Akibat kejadian itu korban menderita kerugian Rp 138,5 juta.

JawaPos.com - Para nasabah bank yang mengambil uang di bank ratusan juta rupiah ternyat tidak pernah belajar dari sejumlah kasus pecah kaca. Terbukti peristiwa itu selalu terulang. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00, Senin (15/5). Uang senilai Rp 138,5 juta milik Bambang Wahyudi, asal Mojokambang, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang raib setelah kaca mobilnya dipecah oleh orang tak dikenal. Aksi itu terjadi di depan BNI 46 Cabang Pembantu (Capem) Kertosono, tempat Bambang baru saja mengambil uang.


Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, Bambang yang mengendarai mobil Toyota Corolla bernopol S 453 WS memarkir mobilnya di depan BNI 46 Capem Kertosono. Sekitar 30 menit melakukan transaksi pengambilan uang, Bambang membawa uang Rp 78,5 juta. Uang tersebut lantas dijadikan satu dengan uang Rp 60 juta yang sebelumnya sudah dibawa dari rumah. Tanpa curiga, Bambang meletakkan uang di jok depan sebelah kiri sebelum kembali ke dalam bank untuk menyelesaikan administrasi. “Saat masuk ke dalam mobil, kaca depan sebelah kiri telah bolong karena pecah,” kata Paur Subbag Humas Polres Nganjuk Iptu M Samsul Hadi.


Di saat yang sama, Bambang mendapati uang total Rp 138,5 juta yang dimasukkan di dalam tas sudah raib. Demikian juga dengan satu unit laptop merk Del dan beberapa buku tabungan yang ada di dalam tas. “Semuanya hilang dibawa pelaku,” lanjut Samsul. Menyadari telah menjadi korban pencurian, Bambang lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kertosono. Terkait kasus curat yang dilakukan oleh sindikat profesional tersebut. 


Samsul mengatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas pelaku. Perwira dengan pangkat dua balok di pundak ini pun mengimbau masyarakat yang mengambil uang dalam jumlah banyak untuk meminta pengawalan polisi. Samsul memastikan warga tidak dipungut biaya saat meminta pengamanan. “Gratis,” tandasnya.(rq/ut/JPG)

Editor: Soejatmiko
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore