
Vamos FC juara Profesional Futsal League 2017 usai mengalahkan Permata Indah Manokwari di final.
JawaPos.com - Dahaga Vamos FC menjuarai Profesional Futsal League (PFL) akhirnya tuntas. Ambisi sudah ditunaikan pada laga puncak, saat klub asal Mataram itu menekuk Permata Indah Manokwari 8-3, di GOR UNY, Jogjakarta, Minggu (14/5).
Musim lalu, Vamos sejatinya sudah di ambang juara PFL. Hanya saja, ambisinya kandas ditangan Black Steel Manokwari lewat adu penalti. Bermodal kegagalan itu, Vamos bertekad menuntaskan dahaga pada tahun ini.
Mengawali musim ini, Vamos sempat terseok-seok. Tak ingin gagal untuk kali kedua, mereka langsung merombak tim secara besar-besaran. Mereka mendatangkan pelatih dari Belanda Hicham Ben Hamou dan dua pemain asing, Abedin Ali Amir dari Irak dan El Khattach Khalid dari Belanda. Perombakan itu membuahkan hasil. Vamos langsung tancap gas dan mampu memuncaki grup A PFL 2017.
Vamos bermain habis-habisan di laga puncak kontra Permata Indah Manokwari. Tak tanggung-tanggung, mereka menggulung klub asal Papua itu dengan skor telak 8-3.
Delapan gol Vamos dicetak Andriyana Ekayana di menit ke-19, Syahidansyah Lubis 23’, Iqbal Iskandar 25’ dan 39’, Ali Abedin 28’, Muhammad Nazil 29’, Khalid El Hattach 36’, serta Bayu Saptaji 38’. Sementara itu, tiga gol Permata Indah Manokwari dicetak Rahmat Arsyad di menit ke-19 dan 32’, serta Eko Sutrisno di menit ke-37.
Usai laga, pelatih Permata Indah Manokwari Arif Kurniawan mengatakan, Vamos bermain apik dan rapi sejak menit awal. Mereka menguasai permainan. ”Tapi, kami berusaha untuk mengimbanginya dan mengakhiri babak pertama draw 1-1,” kata Arif.
Namun, dua gol cepat Vamos dari serangan baliknya membuat mental pemain down. ”Long pass yang cepat diterapkan Vamos mampu mengubah mental pamain drop,” bebernya.
Meski kalah, Arif tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Mereka bisa meraih juara dua itu sudah luar biasa. ”Perjuangan untuk bisa meraih runner up di PFL tidaklah mudah. Mereka telah berjuang sampai disin. Saya salut dengan mereka,” ujarnya.
Ditempat yang sama, pelatih Vamos, Hicham Ben Hammou menganggap gelar PFL 2017 ini buah dari kerja keras para pemain. Para pemain sudah berusaha meraihnya dengan keringat dan air mata. ”Mereka layak mendapatkannya,” katanya.
Saat baru memasuki final four, Hicham sudah menduga Permata Indah Manokwari yang akan tembus ke final. Menurutunya, permainan Permata sangat koletif. Fighting dan spririt menjadi kekuatan mereka. ”Pertandingan ini sangat ketat meski skornya 8-3,” ujarnya.
Kunci kemenangan itu berawal dari analisisnya yang baik terhadap strategi yang akan dimainkan di lapangan. Kekuatan Permata ada di Rahmat Arsyad dan Fhandy Permana. ”Keduanya kita matikan dan hasilnya Permata tidak bisa mengembangkan permainan,” jelasnya. (arl/r10/ira/JPG)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
