Senin, 29 May 2017
PEMENANG READERS CHOICE
JPG Events

Insiden Meninggalnya Deni Menjadi Pelajaran bagi Runners

Senin, 15 May 2017 22:50 | editor : Dwi Shintia

DI TEPI SUNGAI MUSI: Para peserta Sumatera Ekspres Road to Jawa Pos Fit Palembang 2017 bersiap untuk melakukan start kemarin.

DI TEPI SUNGAI MUSI: Para peserta Sumatera Ekspres Road to Jawa Pos Fit Palembang 2017 bersiap untuk melakukan start kemarin. (DIMAS PRADIPTA/SUMATERA EKSPRES)

JawaPos.com - Ada  insiden di race Sumatera Ekspres Road to Jawa Pos Fit Palembang 2017. Salah seorang pelari, Deni Romanza, yang tidak bisa melanjutkan lomba di km 7 dan dilarikan ke RS dr A.K. Gani, Palembang, pada pukul 16.20 dinyatakan meninggal dunia. Korban adalah anggota Sat Intelkam Polres Musi Rawas berpangkat bripda.

Senior Manager PT Jawa Pos Koran Rensi Dewi Bulan menjelaskan, pada saat berlari di km 7, menjelang Jembatan Ampera, korban terlihat sempoyongan. Tim medis yang berjaga di water station di lokasi itu langsung menghentikan korban dan membawanya ke tepi jalan. Kemudian, runner tersebut dibawa dengan menggunakan ambulans ke RS dr A.K. Gani yang hanya berjarak 300 meter.

Berdasar diagnosis dokter, yang bersangkutan mengalami pendarahan pada lambung karena tidak sarapan dan hanya makan mi instan sebelum race. Ada juga dugaan mengalami heat stroke. ’’Kami mengucapkan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Saudara Deni,’’ kata Rensi.

Selain itu, lanjut Rensi, dari penelurusan panitia, korban bukanlah peserta resmi. Dia mengikuti race dengan menggunakan bib number atas nama Fataros Noviardi. Dalam peraturan perlombaan sudah ditegaskan bahwa peserta harus menggunakan bib number atas namanya sendiri.

Kejadian tersebut jelas di luar dugaan. Panitia telah menyiapkan race sesuai dengan standar yang berlaku selama ini. Water station disediakan di setiap 2,5 km. Peserta mendapatkan air mineral dan isotonik. Persediaannya pun berlimpah. Tim medis disiagakan di setiap water station. Marshal juga berderet di sepanjang jalur. Perserta resmi juga dilindungi oleh asuransi.

’’Mudah-mudahan kejadian semacam ini tidak terulang. Para runner juga diharapkan mengukur diri saat perlombaan. Jangan memaksakan diri,’’ tuturnya.

Pelajaran bagi runners yang mengikuti race, yakni jangan sekali-kali memberikan bib number kepada orang lain. Apalagi kalau ternyata yang diberi bib number memiliki masalah kesehatan. Selain itu, dalam mengikuti race, peserta harus mematuhi semua aturan perlombaan. Sebab, peraturan tersebut dibuat dengan mempertimbangkan banyak aspek dan risiko. (c7/tom)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia