Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Mei 2017 | 08.30 WIB

Pemerintah Diminta Pulangkan TKI Bermasalah di Arab Saudi

Ilustrasi - Image

Ilustrasi


JawaPos.com - Muliati, tenaga kerja wanita (TKW) korban upaya pemerkosaan anak majikan akhirnya dipulangkan. Dalam kondisi sakit, Muliati tiba di rumah orang tuanya di Kebon Orong, Desa Dasan Baru, Kecamatan Kediri, Lombok Barat pada Jumat (12/5) malam.  Kepulangan Muliati membuat keluarga merasa lega. Kini ia masih dalam masa perawatan di RSUD Tripat Lombok Barat.


Saat ini setidaknya ada 220 orang TKW lain yang masih berada di sebuah penampungan di Sarikah Mahara Alwadi exit 6, Riyadh, Arab Saudi. Mereka dipekerjakan sebagai  pembantu rumah tangga dengan sistem over time. Ada juga yang bekerja tiga bulanan menjadi pembantu rumah tangga. 


Para TKI tidak tahu jika saat ini pemerintah Indonesia tengah melakukan moratorium pengiriman TKI informal ke Timur Tengah. Karena itu, Muliati berharap  pemerintah mau  membantu rekan-rekannya yang lain untuk bisa kembali ke Indonesia.


Koordinator Pusat Bantuan Buruh Migran (PBBM) M Saleh mengatakan, saat ini para pendamping sedang fokus untuk keselamatan dan kesehatan Muliati. Pihaknya ingin memastikan kesehatan korban benar-benar pulih, baru kemudian akan membahas persoalan lain dalam kasus itu. 


”Kami sudah punya komitmen, kita akan fokus pada kesehatan,” kata Saleh seperti ditulis Lombok Post (Jawa Pos Group), Senin (15/5).


Meski demikian, pengakuan Muliati menjadi masukan bagi tim untuk ditelusuri lebih dalam terhadap keberadaan 220 orang TKW tersebut. Menurut informasi yang diterima, mereka bekerja dengan sistem kontrak tiga bulanan. ”Mereka dipekerjakan sebagai PRT itu sudah pelanggaran,” katanya. 


Hal yang mengkhawatirkan saat ini adalah para TKI itu terancam dipenjara  pemerintah Arab Saudi bila tidak segera pulang. Sehingga mereka juga ketakutan, apalagi saat tidak ada kerja mereka harus  cari makan sendiri. ”Jadi ini perdagangan orang, di dokumennya sebagai cleaning service tetapi dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga,” katanya. 


Ia berharap pemerintah segera bergerak cepat membantu para TKW yang saat ini masih berada di lokasi tersebut. Jangan sampai terlambat dan muncul masalah baru lagi menimpa TKI di Arab Saudi. (ili/r7/nas/JPG)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore