Minggu, 23 Jul 2017
Otomotif

Laju Mobil Premium Masih Tersendat

Sabtu, 13 May 2017 19:41 | editor : Miftakhul F.S

BERKELAS: Chief Finansial Officer PT Kedaung Satrya Motor (KSM) Elizabeth Hidajatno dan Sales Consultant Azrul Hidayat di Surabaya.

BERKELAS: Chief Finansial Officer PT Kedaung Satrya Motor (KSM) Elizabeth Hidajatno dan Sales Consultant Azrul Hidayat di Surabaya. (Frizal/Jawa Pos)

JawaPos.com- Laju penjualan kendaraan di segmen premium pada triwulan pertama tahun ini ternyata belum terlalu kencang. Pada periode Januari hingga Maret 2017, penjualan sembilan merek kendaraan premium hanya mencapai 1.990 unit.

Angka tersebut hanya naik 1 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 1.973 unit. Kesembilan merek yang diukur adalah Mercedes-Benz, Audi, MINI, BMW, Lexus, Jaguar, Land Rover, Infiniti, dan Chrysler.

Berdasar data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), terdapat tiga merek kendaraan premium yang mengalami kenaikan penjualan. Yakni, Mercedes-Benz, MINI, dan Lexus. Penjualan Mercy hanya tumbuh tipis dari 1.021 unit menjadi 1.061 unit pada tahun ini. Penjualan MINI juga naik tipis dari 78 unit menjadi 104 unit pada 2017. Selanjutnya, kenaikan penjualan cukup tajam dialami Lexus, yaitu dari 212 unit menjadi 431 unit.

Sementara itu, merek premium lainnya mencatatkan penurunan penjualan. Bahkan, ada yang produknya tidak terjual sama sekali. Meski demikian, kenaikan penjualan segmen premium secara month-to-month cukup tinggi. Pada Januari, penjualan kendaraan premium mencapai 443 unit, naik menjadi 735 unit pada Februari, lantas meningkat lagi menjadi 812 unit pada Maret.

Chief Finansial Officer PT Kedaung Satrya Motor (KSM) Elizabeth Hidajatno menyatakan, konsumen di segmen premium masih menunda pembelian karena masih berkonsentrasi mengikuti program tax amnesty. ”Penjualan kami hingga April bisa naik 10 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” ujarnya.

Salah satunya terdorong munculnya varian Mercy E-Class CKD yang diperkenalkan pada pertengahan Maret lalu di Surabaya. Pada periode Januari hingga April, total penjualan Kedaung mencapai 80–90 unit. Kontribusi dari Mercy E-Class CKD, yakni E300 AMG CKD 2017 New dan E250 AVA CKD 2017 New, mencapai 20 unit. ”Pada triwulan kedua, diharapkan bisa membaik. Apalagi juga bertepatan dengan momen Lebaran,” terang Elizabeth.

Hingga pertengahan tahun, Kedaung yakin ada kenaikan minimal 5 persen jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Hanya, konsumen menginginkan produk ready stock untuk mudik pada momen Lebaran.

Pada tahun ini, KSM menargetkan penjualan 250 unit atau naik sekitar 10 persen jika dibandingkan dengan 2016. Penopang utamanya, sedan sebesar 60–70 persen. Penopang utama sedan adalah seri E dan C. Untuk jenis SUV, kecenderungannya lebih diminati pengguna baru seperti di seri CLA dan GLA. Sementara itu, konsumen S-Class biasanya merupakan pengguna loyal Mercy. (vir/c24/noe)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia