
AMBASADOR MERAH PUTIH: Yasak, salah satu pendaki ekspedisi Denali menerima bendera merah putih dari Rektor Unair, Mohammad Nasih Srenin (8/5) saat upacara pelepasan.
JawaPos.com – Mahasiswa Pencinta Alam Wanala Universitas Airlangga siap memberangkatkan tiga anggotanya mendaki puncak gunung tertinggi di Amerika Utara, McKinley (Denali). Rencananya, ekspedisi pendakian gunung setinggi 6.194 mdpl tersebut ditempuh selama 22 hari.
Ahmad Darsono dan Siti Rohmatin terlihat sedikit tegang saat menghadiri acara pemberangkatan tim Airlangga Indonesia Denali Expedition (AIDeX) di Rektorat Unair Senin (8/5). Pasangan suami istri itu tidak bisa menyembunyikan rasa gugup saat mengantarkan sang putra, Mochamad Roby Yahya, berangkat menuju gunung bersalju itu. ”Khawatir ada, tapi kami tetap men-support Roby,” terang Darsono.
Dia berpesan kepada sang anak agar menjaga kondisi selama pendakian. Sebab, medan yang dihadapi tentu lebih berat daripada pendakian yang biasa dilakukan di Indonesia. ”Berangkat selamat, pulang selamat,” harapnya.
Ketua Tim Ekspedisi Muhammad Faishal Tamimi akan mendaki bersama dua anggota tim AIDeX, Mochamad Roby Yahya dan Yasak. Perjalanan menuju Denali dimulai pada 21 Mei. Untuk persiapan menuju gunung yang terletak di Alaska itu, tim akan bertolak dari Surabaya pada 10 Mei.
Tim ekspedisi Denali dibentuk pada Oktober 2015. Persiapan fisik berlangsung sejak awal 2016. Latihan fisik dilakukan seminggu lima kali. Porsi latihan terus bertambah setiap bulan.
Selain latihan fisik rutin, mereka berlatih beberapa teknik yang disiapkan sesuai dengan medan yang ada. Misalnya, speed climb dan ice climbing. ”Latihan khusus ini dilakukan agar bisa menguasai segala kondisi selama pendakian,” terangnya.
Pendakian Denali tersebut merupakan rangkaian kelima misi Wanala Unair untuk menjelajah seven summits. Sebelumnya, sejak 1994 Wanala mendaki empat gunung atap dunia lainnya. Misalnya, Puncak Cartenz, Gunung Jaya Wijaya, Kilimanjaro di Tanzania, Elbrus di Rusia, dan Aconcagua di Argentina.
Sementara itu, dua puncak tertinggi lainnya, Vinson Massif di Antartika dan Everest di Himalaya, akan ditempuh dalam tujuh tahun ke depan. ”Target itu sekaligus sebagai rencana Wanala Unair menuntaskan seven summits pada ulang tahunnya ke-50,” tuturnya.
Rektor Unair Mohammad Nasih memotivasi para pendaki. Dia meminta seluruh tim pendakian tetap mengutamakan keselamatan. Tidak memaksakan diri dan mempertimbangkan kondisi fisik secara objektif. ”Saudara harus kembali ke tanah air dengan selamat karena bapak, ibu, dan saudara menunggu kalian di rumah,” ucapnya dalam upacara pelepasan tim AIDex Senin (8/5) itu. (elo/c7/nda/sep/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
