
POLA 5H3B: Dhian Deliani (kanan) menceritakan pengalaman hidup dengan hipertensi paru. Dia didampingi Prof Dr dr Bambang Budi Siswanto SpJP (tengah) dan dr Sutiono Philipus.
JawaPos.com - Dhian Deliani, 41, berbagi pengalaman sebagai penyandang hipertensi paru. Ibu dua anak tersebut baru mengetahui pada 2006 bahwa dirinya mengidap hipertensi paru yang dipicu penyakit jantung bawaan.
Gejala yang dirasakan adalah sesak yang kerap datang dan rasa lelah luar biasa. ’’Waktu mengejar kereta atau naik tangga dengan tergesa-gesa, sekujur tubuh rasanya lemas, mau pingsan,’’ ungkapnya.
Dari serangkaian tes, mulai rontgen, EKG, ekokardiografi, sampai kateterisasi jantung kanan, diketahui Dhian memiliki atrial septal defect (ASD) atau lubang pada sekat jantung sebesar 2,8 sentimeter. ’’Lubang itu sudah ada sejak saya lahir, namun selama ini tidak diketahui,’’ ujarnya. Penyakit jantung bawaan yang tidak terdeteksi dan terlambat ditangani itu memicu hipertensi paru.
Tekanan darah di arteri pulmonalnya sangat tinggi, mencapai 120 mmHg. ’’Sekarang lumayan turun, di angka 90 mmHg dengan rutin minum obat selama 11 tahun ini,’’ tutur Dhian sembari meminta izin untuk berhenti bicara sejenak karena merasa sesak. Hal seperti itu merupakan kondisi yang dialami penyandang hipertensi paru setiap saat. Dhian menceritakan, dirinya bernapas dengan menggunakan tabung oksigen saat tidur.
Dhian terdiagnosis mengalami hipertensi paru setelah memiliki dua anak yang semuanya melalui persalinan normal. ’’Waktu itu anak kedua sudah selesai ASI, sekitar usia 1 tahun. Tapi, yang bikin sedih, anak tak bisa bermanja-manja dengan saya. Untuk menggendongnya, saya tidak kuat,’’ kata Dhian.
Kepada pasien hipertensi paru ibu hamil, dokter akan mengambil langkah untuk persalinan secara sectio Caesarea sehingga si ibu tidak melewati proses mengejan yang berisiko tinggi bagi panyakitnya. Bahkan, kehamilan merupakan hal yang sebaiknya dihindari oleh pasien hipertensi paru.
Perempuan yang bekerja di salah satu lembaga negara tersebut aktif dalam Yayasan Hipertensi Paru Indonesia (YHPI) yang dibentuk pada Desember 2014. Yayasan tersebut berfokus pada awareness, support group untuk pasien dan keluarga, serta membantu akses obat. YHPI juga bekerja sama dengan Pulmonary Hypertension Association of USA serta menjadi bagian dari jaringan global 80 negara asosiasi pasien hipertensi paru. (nor/c19/ayi)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022