
Kelima pelajar terdiri dari DS, MH, MD, HR, AG, dan YT, seorang anak putus sekolah, saat diamankan Satpol PP dan PMK Tarakan karena ketahuan berjudi, Selasa (2/5).
JawaPos.com - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) kemarin harus dinodai dengan ulah siswa nakal. Sebanyak lima pelajar bersama satu anak putus sekolah, diamankan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan PMK) Tarakan, Selasa (2/5).
Kelima pelajar yang terdiri dari DS, MH, MD, HR, AG, dan YT yang putus sekolah, kedapatan petugas Satpol PP dan PMK Tarakan sedang asyik bermain judi menggunakan kartu domino di belakang salah satu rumah warga yang berada di Kelurahan Karang Anyar, pada pukul 10.30 Wita.
Kasi Operasional dan Pengendalian Satpol PP dan PMK Tarakan, Irwan mengatakan, di antara mereka, tiga pelajar berasal dari dua SMP Negeri, lalu dua pelajar lainnya lagi berasal dari satu SMA swasta, sementara dan satu anak lagi sudah tidak bersekolah. Tertangkapnya keenam anak ini berkat informasi dari masyarakat.
“Saat itu kami sedang melakukan giat patroli pembersihan reklame di warung-warung dan di sekitar jalan yang berada di Kelurahan Karang Anyar, tiba-tiba ada warga yang menginformasikan bahwa ada anak-anak yang sedang bermain judi, setelah dicek ternyata benar,” ucapnya.
Dari lokasi, petugas mengamankan satu bungkus rokok, kartu domino, dan uang Rp 59 ribu yang diduga digunakan untuk berjudi. “Keenamnya kami bawa ke kantor Satpol PP dan PMK Tarakan untuk dilakukan pembinaan, setelah itu orang tua maupun gurunya kami panggil. Kami juga meminta keenamnya membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi,” ujarnya.
Berkaca dari kejadian ini, dirinya mengimbau agar pelajar di Kota Tarakan memanfaatkan waktunya untuk hal-hal yang positif, terlebih dua anak di antaranya sedang mengikut UN tingkat SMP. “Kegiatan yang mereka lakukan kali ini sangat negatif dan takutnya hal ini akan dibawanya hingga dewasa. Sehingga saya mengimbau khususnya kepada orangtua untuk lebih memperhatikan anaknya,” ucapnya.
Terpisah, salah seorang pelajar yang diamankan Satpol PP dan PMK Tarakan berinisial DS, menuturkan bahwa dirinya baru saja selesai pulang ujian dan langsung mampir ke lokasi tersebut untuk sekadar mengisi waktu luang dengan bermain kartu domino. “Saya ke sana pukul 09.30, sudah biasa kalau pulang sekolah ke sana. Main kartunya baru pukul 10.00 saat sudah ngumpul,” tuturnya.
Dirinya berkilah bahwa permainan yang dilakukan tidak menggunakan uang, hanya dikenai hukuman jongkok bila kalah. Meski begitu, DS mengaku menyesal melakukan perbuatan tersebut dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. “Iya pak saya tidak ulangi lagi,” ujarnya. (jnr/ash/fab/JPG)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
