
MENGENANG ULAMA: Wakil Bupati Sidoarjo Nur Achmad Syaifuddin memberikan sambutan di peringatan haul ke-38 KH Ali Mas’ud.
JawaPos.com – Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran, tidak bisa lepas dari KH Ali Mas’ud. Karena itu, warga dan pemerintah desa selalu menggelar acara akbar untuk memperingati haul ulama yang akrab dipanggil Mbah Ud tersebut. Mereka mengadakan pengajian dan tahlil akbar di Masjid KH Ali Mas’ud setiap 27 Rajab. Tahun ini jatuh pada 24 April.
Sebelum puncak acara pada 14 April di masjid yang berdekatan dengan makam Mbah Ud itu, berlangsung sema’an Alquran mulai setelah subuh hingga pukul 22.00. Kegiatan itu dipimpin langsung oleh Gus Sabut dari Kediri dan dihadiri lebih dari 8 ribu jamaah.
Sehari sebelum hari H, Masjid Mbah Ud cukup ramai. Sebanyak 3 ribu orang membaca salawat Nabi bersama. ”Senin (24/4) gongnya. Yang datang mencapai 8 ribu orang dari berbagai daerah,” ucap Abdurrahman Kholil, cucu Nyai Masrifah, kakak Mbah Ud.
Dia menceritakan mengenai banyaknya warga yang datang ke Masjid Mbah Ud untuk berdoa. Bahkan, dia menyebut setiap hari tidak pernah sepi. Selalu ada yang datang. ”Mbah Ud dikenal sebagai wali yang unik,” katanya.
Selain terkenal hafal Alquran, Mbah Ud selalu berzikir, bahkan saat tidur. ”Bapak saya, Pak Kholil, pernah penasaran, mengapa setiap tidur kaki Mbah Ud selalu bergerak-gerak. Bapak pun memegang kaki Mbah,” paparnya.Ternyata, Mbah Ud tiba-tiba bangun. Sedikit marah. ”Orang lagi zikir kok dibangunin,” kenangnya.
Wakil Bupati Sidoarjo Nur Achmad Syaifuddin dan Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo Sulamul Hadi Nurmawan turut hadir dalam peringatan tahunan tersebut. Mereka mengapresiasi warga yang datang untuk bersama meneladani sosok Mbah Ud. ”Sebagai pimpinan daerah, saya bangga dan bersyukur. Mari kita jadikan ini sebagai motivasi. Meski Mbah Ud sudah tiada, magnetnya masih kuat sehingga membuat kita mau berkumpul di sini. Berdoa bersama,” ucap wakil bupati yang akrab disapa Cak Nur tersebut.
Pria asli Waru itu meminta seluruh warga yang datang meneladani Mbah Ud. Semasa hidup, Mbah Ud memberi keberkahan dengan selalu berbuat baik kepada sesama. Hasilnya, ketika meninggal, masih banyak yang mendoakan. Karena itu, Cak Nur mengajak untuk selalu saling menyebarkan kebaikan. Introspeksi diri terhadap apa saja yang sudah dilakukan. Menyiapkan bekal untuk masa mendatang. (uzi/c16/dio/sep/JPG)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
