
Banjir di Muara Bengkal, Muara Ancalong, hingga Long Mesangat, sudah berlangsung dua hari. Bila hujan terus-menerus, banjir berpotensi merendam rumah warga hingga beberapa hari ke depan.
JawaPos.com - Air hujan yang kerap merendam tanah Kutim belakangan ini belum teratasi. Selama musim hujan, banjir bakal terus hadir di beberapa kecamatan. Pemkab Kutim sudah bertindak, tapi hasil tak kunjung memuaskan.
Hingga berita ini diturunkan, dikabarkan bahwa beberapa kecamatan di pelosok Kutim masih terendam banjir. Antara lain Muara Bengkal, Muara Ancalong, Long Mesangat, dan sekitarnya. Beruntung, jalan poros penghubung Muara Bengkal dan beberapa kecamatan lain di kawasan PT Sinar Mas Group tidak terkena banjir seperti yang terjadi pada 20–22 April.
Sekretaris Kecamatan Muara Bengkal Norhadi mengatakan, banjir di kecamatannya yang dua hari terakhir ini belum surut terdapat di tujuh desa. Rata-rata kedalaman air setinggi lutut orang dewasa dan paling parah sampai ukuran pinggang tubuh.
Dia mengatakan, banyak kendaraan roda empat masih sulit, bahkan tak bisa melintas, khususnya mobil penumpang jenis kijang berukuran rendah. Hanya mobil tertentu yang berhasil melewatinya.
"Sebanyak tujuh desa di Muara Bengkal terkena banjir. Sebab memang tujuh desa itu merupakan titik kawasan rawan banjir," tuturnya, dihubungi melalui ponsel kemarin.
Dia menyatakan, sudah ada bantuan dari pemkab. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim yang ke lokasi kejadian menurunkan bala bantuan berupa pelampung. "Kami sudah koordinasi dengan Pemkab Kutim. Bupati Ismunandar sudah menginstruksikan untuk memberikan tindakan langsung ke lapangan," ungkapnya.
Bila sampai sepekan tak kunjung surut, lanjut Norhadi, biasanya tinggi banjir sudah tidak sampai pinggang orang dewasa lagi, tapi selutut kaki. Lama masa banjir biasanya memang tak kurang dari sehari. "Dulu banjir pernah sampai sebulan tak kunjung surut. Saat itu warga bisa memancing ikan di depan rumah sendiri," urainya.
Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Kutim Anjas Said mengaku baru mengetahui informasi tersebut saat dihubungi Kaltim Post (Jawa Pos Group) kemarin. Dia menegaskan, akan melakukan tinjauan langsung ke lokasi banjir dalam waktu dekat.
Anjas menjelaskan, sungai di daerah Muara Bengkal dan kecamatan sekitarnya memang terdapat banyak endapan pasir. Sungai tersebut harus dinormalisasi agar banjir tidak hadir ketika hujan.
"Saat ini musim hujan, tiap hari (hujan) turun. Harusnya sejak dulu saat musim panas sudah diantisipasi. Pemerintah memang perlu menindaknya, menormalisasi. Jangan tunggu hujan," tuturnya.
"Yang kami tahu, perairan di daerah beberapa kecamatan tersebut merupakan hulu sungai Kutim. Makanya sangat mudah banjir karena sungai sangat berpotensi meluap. Kami akan segera tinjau, mencari penyebabnya," timpal dia lagi. (mon/kri/k16/fab/JPG)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
