
Kecelakaan maut di puncak, tepatnya Desa Ciloto.
JawaPos.com – Bupati Bogor Nurhayanti berjanji bergerak cepat membenahi lalu lintas Puncak menyusul rentetan kecelakaan yang menelan banyak korban jiwa. Insiden ini juga menjadi sorotan Presiden Joko Widodo. Yah, akhir pekan kemarin, presiden memanggil pihak-pihak terkait, termasuk Pemkab Bogor.
Langkah pertama yang bakal dilakukan Pemkab Bogor yakni membangun check point bagi bus atau truk yang akan naik ke kawasan Puncak. Di lokasi itu, seluruh bus dan truk akan diperiksa kelaikannya. Mereka yang tak lolos, dilarang meneruskan perjalanan melintasi kawasan wisata itu.
Langkah selanjutnya, peningkatan kapasitas jalan dengan penambahan masing-masing dua meter di sisi kanan dan kiri. Pemerintah pusat, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), mengalokasikan dana Rp 36 miliar untuk pembenahan ini. Dimulai dari kawasan Gadog, Bogor hingga Cianjur.
“Nanti kendaraan bakal cek kelayakannya sebelum naik ke Puncak, di check point itu,” ujar Yanti -sapaan Nurhayanti-.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan mengoptimalkan jalan-jalan alternatif. Misalnya empat desa yang ada yang di Kecamatan Megamendung. Untuk itu, Yanti meminta para kepala desa memaksimalkan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk meningkatkan kualitas jalan. Meski demikian Yanti menegaskan status jalan tetap jalan desa.
“Jalan itu nantinya sebagai alternatif bagi para pengendara,” tegasnya.
Instruksi presiden juga dibahas di Kantor Bappedalitbang, Kabupaten Bogor. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana pada Bappedalitbang, Ajat Rohmat Jatnika, menjelaskan, khusus untuk titik tanjakan/turunan Selarong, masuk kategori black spot dan akan dilebarkan hingga memiliki dua lajur di arus naik dan turun.
“Tapi Raya Puncak masuk kategori jalan nasional, kita tidak bisa sembarangan mengambil kebijakan. Koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan di samping optimalisasi jalan-jalan alternatif. Kami akan lakukan aksi yang tanpa anggaran. Seperti pengadaan check point. Kami juga sedang bahas mengenai perubahan geometri di titik atau persimpangan yang rawan kecelakaan,” papar Ajat.
Penting diketahui, berdasar pengakuan penumpang, rem bus Kitrans mengalami blong sebelum insiden. Kernet juga sempat mengingatkan penumpang tentang kondisi tersebut agar mereka berpegangan erat. (ded/pj/yuz/JPG)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
