Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Mei 2017 | 06.16 WIB

Jalur Puncak Bakal Diperlebar, Dibangun Check Point Khusus Bus

Kecelakaan maut di puncak, tepatnya Desa Ciloto. - Image

Kecelakaan maut di puncak, tepatnya Desa Ciloto.

JawaPos.com – Bupati Bogor Nurhayanti berjanji bergerak cepat membenahi lalu lintas Puncak menyusul rentetan kecelakaan yang menelan banyak korban jiwa. Insiden ini juga menjadi sorotan Presiden Joko Widodo. Yah, akhir pekan kemarin, presiden memanggil pihak-pihak terkait, termasuk Pemkab Bogor.

Langkah pertama yang bakal dilakukan Pemkab Bogor yakni membangun check point bagi bus atau truk yang akan naik ke kawasan Puncak. Di lokasi itu, seluruh bus dan truk akan diperiksa kelaikannya. Mereka yang tak lolos, dilarang meneruskan perjalanan melintasi kawasan wisata itu.

Langkah selanjutnya, peningkatan kapasitas jalan dengan penambahan masing-masing dua meter di sisi kanan dan kiri. Pemerintah pusat, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), mengalokasikan dana Rp 36 miliar untuk pembenahan ini. Dimulai dari kawasan Gadog, Bogor hingga Cianjur.

“Nanti kendaraan bakal cek kelayakannya sebelum naik ke Puncak, di check point itu,” ujar Yanti -sapaan Nurhayanti-.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan mengoptimalkan jalan-jalan alternatif. Misalnya empat desa yang ada yang di Kecamatan Megamendung. Untuk itu, Yanti meminta para kepala desa memaksimalkan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk meningkatkan kualitas jalan. Meski demikian Yanti menegaskan status jalan tetap jalan desa.

“Jalan itu nantinya sebagai alternatif bagi para pengendara,” tegasnya.

Instruksi presiden juga dibahas di Kantor Bappedalitbang, Kabupaten Bogor. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana pada Bappedalitbang, Ajat Rohmat Jatnika, menjelaskan, khusus untuk titik tanjakan/turunan Selarong, masuk kategori black spot dan akan dilebarkan hingga memiliki dua lajur di arus naik dan turun.

“Tapi Raya Puncak masuk kategori jalan nasional, kita tidak bisa sembarangan mengambil kebijakan. Koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan di samping optimalisasi jalan-jalan alternatif. Kami akan lakukan aksi yang tanpa anggaran. Seperti pengadaan check point. Kami juga sedang bahas mengenai perubahan geometri di titik atau persimpangan yang rawan kecelakaan,” papar Ajat.

Penting diketahui, berdasar pengakuan penumpang, rem bus Kitrans mengalami blong sebelum insiden. Kernet juga sempat mengingatkan penumpang tentang kondisi tersebut agar mereka berpegangan erat. (ded/pj/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore