
Ilustrasi
JawaPos.com - Rina Safrina harus menjalani hari spesialnya dengan duka. Perempuan 36 tahun itu melangsungkan pernikahannya dengan luka bakar di tubuh. Yah, Rina dan empat saudaranya menjadi korban ledakan tabung gas elpiji 3 kilogram.
Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi (Jawa Pos Group), peristiwa ledakan tabung gas terjadi di Kampung Cibolang Kaler RT: 18/4, Desa Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Minggu (30/4) sekira pukul 06.30 WIB.
Saat itu, keluarga calon pengantin wanita tengah memasak di dapur untuk persiapan akad nikah esok harinya (1/5). Kebetulan, tabung gas habis.
Namun, ketika menempelkan selang regulatpr ke pipa gas di tabung, tiba-tiba katup kecil di dalam pipa tabung nyeplos turun ke dalam. Alhasil gas menyembur ke atas.
"Dari kejauhan, ada satu kompor lain yang masih menyala. Langsung menyambar apinya sehingga melukai 5 orang,” kata keluarga korban, Habib Faruk Muhammad Affif, Senin (1/5).
Menurut dia, akibat ledakan tabung gas tersebut, para korban mengalami luka bakar di sebagian wajah, kaki, dan pergelangan tangannya. Diantaranya, dua orang luka berat tiga orang mengalami luka ringan.
Dari lima orang korban yang paling parah adalah Rina Safrina (36) yang merupakan calon pengantin dan Tita Rusmita (54). Sementara, tiga korban lainnya yakni Rani Maharani (33), Reki Rukmana (21) dan Riyan Hidayatullah (27) mengalami luka ringan.
“Sedangkan untuk kerugian di taksir mencapai Rp 10 juta, karena sejumlah barang yang berada di dalam dapur hangus terbakar,” paparnya.
Setelah kejadian, seluruh korban dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan tim medis. Namun, tidak lama korban kembali karena besok malamnya akan melakukan akad nikah.
"Jadi mereka hanya menjalani pengobatan jalan. Saya atas nama keluarga, menyesalkan hal ini bisa terjadi. Terindikasi karena kelemahan pihak pertamina LPG 3 kilogram yang minim terhadap pengamanan,” imbuhnya.
Untuk itu, ia menuntut pada pihak Pertamina LPG agar bertangung jawab atas kelalaian terhadap kondisi gas 3 kilogram yang tidak layak digunakan. Selain itu, pemerintah terkait harus segera melakukan pengawasan terhadap kelayakan gas LPG.
“Lag-lagi gas LPG 3 kilogram ini memakan korban. Tentunya jika di biarkan begitu saja. Maka, tidak menutup kemungkinan akan terjadi korban ledakan lainnya,” pungkasnya. (cr13/yuz/JPG)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
