
Djarot Saiful Hidayat
JawaPos.com - Buntut dari pembakaran karangan bunga oleh Federasi Serikat Pekerja Logam Elektonik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM PSI), membuat Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat marah.
Djarot mempertanyakan apa maksud dan tujuan terhadap pembakaran karangan bunga yang diberikan oleh warga Jakarta sebagai bukti terima kasih kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot itu.
"Salah bunga apa, apakah ucapan warga DKI mengandung unsur-unsur ujaran kebencian. Ini tidak simpatik dan tidak baik," ujar Djarot di lapangan Silang Monas, Jakarta, Selasa (2/4).
Oleh sebab itu mantan Wali Kota Blitar, Jawa Timur itu sangat mengelus dada atas ulah yang dilakukan oleh para buruh tersebut. Padahal aksi May Day atau Hari Buruh Internasional bisa berjalan dengan kondusif tanpa harus diwarnai dengan pembakaran karangan bunga.
Djarot menambahkan, karangan bunga bekas saja masih bisa dihargai antara Rp 25 ribu sampai Rp 50 ribu. Padahal itu karangan bunga sudah jelek. Tapi hal itu masih dihargai. Namun apa yang dilakukan buruh sama sekali tidak menghargai.
Oleh sebab itu, Djarot meminta ke depan tidak ada aksi pembakaran karangan bunga. Buruh ataupun warga Jakarta harus bersikap santun terhadap perbedaan. "Harusnya lebih arif, santun, saling menghargai dan jangan kemudian mengumbar kemarahan," pungkasnya.
Sebelumnya, buruh yang diduga dari Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik, dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM PSI) tampaknya tidak senang melihat kondisi kota dipenuhi sampah.
Pasalnya mereka tampak mengumpulkan puluhan karangan bunga milik Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat yang berada di depan Kantor Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta.
Buruh kesal karena karangan bunga tersebut telah mengotori pemandangan kota. Apalagi karangan bunga itu waranya sudah pudar, bunga yang menghiasinya pun telah layu, ditambah beberapa tulisan-tulisannya pun telah copot.
Karangan bunga yang isinya ucapan terima kasih itu tampak dikumpulkan dan kemudian di bakar oleh buruh. Asap hitam membumbung tinggi bahkan hingga terlihat di kawasan Patung Kuda, Jakarta.
Awalnya seorang koordinator lapangan dari FSP LEM PSI mengaku resah adanya pemandangan tidak menarik di depan kawasan Balai Kota. Lewat pengeras suara dia pun meminta rekan-rekannya dari buruh mengumpulkan karangan bunga dan membakarnya.(cr2/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
